Acara Mburo Ate Tedeh Karo Di Belanda Suntikan Baru
LORETA KAROSEKALI. DORDRECHT. Acara Mburo Ate Tedeh orang-orang Karo di Belanda berlangsung kemarin siang dan malam di sebuah café di lingkungan pertanian pinggiran Kota Dordrecht, Nederland. Acara kecil-kecilan yang diorganisir secara spontan ini sangat memuaskan sekitar 40 peserta. Selain acara bersama yang mempertemukan orang-orang Karo yang tinggal lumayan berjauhan, acara ini juga memberi suntikan baru terhadap beberapa penari Tartar Bintang yang beberapa tahun terakhir ini tidak turut dalam penampilan-penampilan kelompok musik dan tari Karo ini.
"Saya sudah kepingin manggung kembali seperti dulu," kata Christy br. Tarigan kepada Sora Sirulo di sela-sela acara makan malam.
Christy adalah salah seorang penari andalan Tartar BIntang yang, oleh satu dan lain hal, telah sekitar 2 tahun tidak bisa ikut manggung bersama kelompok musik dan tari ini. Gina br Tarigan (berbaju warna nila)[/caption]
"Kali ini, kita hanya mengajak orang-orang Karo yang tinggal di Belanda untuk pertemuan ini tanpa menutup pintu bagi teman-teman lain di luar Belanda. Lain kali kita coba acara lebih besar dengan mengundang semua teman-teman kita dari bagian Eropah lain," tutur Kinok Surbakti yang didampingi oleh Rosvanda Tarigan dan Nita Sembiring. Yang tua dan yang muda, hatinya bercerita[/caption]
Kepiawaian Kinok Surbakti memainkan kibot Karo agak mengejutkan para peserta. Selama ini, Kinok belum berani mengiringi acara-acara Karo. Tapi, kemarin, menurut penilaian Sora Sirulo, Kinok telah berhasil menjadi perkibot Karo pertama di Eropah. Kinok Surbakti saat bermain kibot[/caption]