Bangun Kembali Citra Sejati — Sorasirulo
Sorasirulo

Bangun Kembali Citra Sejati

Budaya Pendidikan ·

Oleh: Penatar Perangin-angin (Muara Bungo)

Memang, beberapa dekade belakangan ini, kita kalak Karo mengalami degradasi kepekaan, kepedulian dan keinginan untuk membangun bumi sendiri. Lebih parahnya, tidak bisa diatur, apatis, egosentris dan cenderung menutup diri terhadap sesuatu yang membawa perubahan secara tidak langsung. Click foto untuk ukuran besar (Foto: Juara R. Ginting)[/caption]

Kita maunya selalu instan, praktis dan langsung ada hasil, " bagi si ngetep lacina ", padahal kita tahu filosofi ini tidak ideal. Kita selalu memikirkan pribadi lepas pribadi, hal umum namun berdampak buruk kita lupakan. Akibatnya, sikap apatis itu dijadikan oleh segelintir orang untuk mengeruk kekayaan di bumi kita.

Dulu kita tidak seperti ini. Dulu kita peduli. Dulu orang lain angkat topi bila melihat kita. Padahal, SDM pemuda pemudi Karo tidak kalah dengan yang lainnya. Taraf pendidikan bahkan lebih baik dari sebelumnya. Namun, apalah arti semua itu jika keinginan dan kepedulian serta tindakan nyata tidak pernah diterapkan?

Jika hal ini terus berlarut-larut, Taneh Karo Simalem hanya akan tinggal sejarah diantara puing-puing kepunahan identitas dan entitas kita. Kemakmuran dan peradaban yang bermartabat hanya akan menjadi hisapan jempol belaka.

Sekarang, kita harus saling mengingatkan dan saling mengajak. Melalui sosial media, komunitas kita yang aktif di basis masyarakat Karo baik lokal maupun regional. Bangun kembali citra sejati yang bukan sekedar pencitraan.

Pesan untuk siapa saja yang kemudian hari duduk di Karo 1, agar mengingat dan menjalankan amanat rakyatmu. Pikirkan siapa kita ini. Apakah kita ini hanya akan menjadi peserta sementara atau akan eksis seperti suku lainnya? Buatlah negeri ini surga dan Karo yang paling indah, kasihanilah rakyatmu, sayangilah budaya dan leluhurmu. Hargailah kepercayaan yang diberikan bagimu.

Kita akan melihat, bukan kehinaan yang dialami, tetapi kecintaan yang sesungguhnya dari seluruh rakyatmu. Keputusan ada di tanganmu, Maka, buktikanlah. Harapan hanya tinggal setitik, yaitu dirimu.