Benarkah Pms
Mengapa PMS mundur dan bergerak meninggalkan lokasi bentrok di Jl. Guru Patimpus? Mengapa? Mengapa? Dan, mengapa? Padahal kita ketahui massa PMS jauh lebih banyak dari massa lawan yang menyerang mereka. Seharusnya PMS kan punya nyali untuk melawan, bukan malah lari terbirit-birit dari lokasi pertempuran bagai ayam kehilangan induknya. Pasti banyak yang bertanya mengapa sampai begini, mengapa PMS menjadi pengecut. Tidak! PMS bukan pengecut! Karo bukan Pengecut! Karena Karo adalah basis pejuang, dari dulu sampai sekarang.
PMS bukan mundur, bukan mengaku kalah, bukan juga pengecut. Dari awal PMS hanya ingin menuntut keadilan terhadap korban Eykel Banta Bangun terkait penganiayaan yang dilakukan oleh Rahmadian Shah cs.
PMS sama sekali tak ingin terjadi kejadian anarkis apalagi bentrok karena PMS cinta damai. PMS hanya ingin semua orang itu sama di mata hukum, tanpa memandang latar belakang seseorang. Bukankah itu tujuan yang mulia?
Terkait dengan bentrok kemarin siang , PMS memang konyol karena memilih mundur dan melarikan diri dari pertempuran. Tetapi akan lebih konyol lagi dan bahkan sangat konyol jika terus melawan dan meladeni serangan dari kelompok tak dikenal. Keputusan PMS memilih mundur dari lokasi pertempuran adalah keputusan yang sudah sangat dan sangat tepat. PMS saat berunjukrasa di Depan Kantor DPRD Medan.[/caption]