Bentrok Pengunjukrasa Dan Polisi Di
NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Terjadi bentrok antara ribuan massa pengunjukrasa yang menamakan diri Penyelamat Tanah Karo Simalem dengan polisi pengaman unjuk rasa hari ini di Kabanjahe.
Hunjukrasa dimulai sore tadi di depan Kantor DPRD Kabupaten Karo dengan pengawalan polisi. Kericuhan berawal saat para pengunjukrasa berorasi lewat pengeras suara menuntut penuntasan SKPI Bupati Karo Kena Ukur Surbakti (SKPI adalah Surat Keterangan Pengganti Ijazah, red.)
Tiba-tiba saja polisi menyiram pengeras suara dengan air menggunakan ember. Melihat itu, emosi para pengunjukrasa meningkat dan melempari polisi dengan batu-batu kecil. Setelah kericuhan terjadi, polisi menahan pengeras suara para pengunjukrasa.
Para koordinator unjuk rasa tampaknya mampu menenangkan massa sehingga aksi lempar-lempar batu dihentikan. Saat ini, para pengunjukrasa melanjutkan orasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Karo. Mereka tidak lagi menggunakan sound system yang telah ditahan oleh polisi, tapi dengan menggunakan toa sebagai pengeras suara.
Belum jelas apa sesungguhnya penyebab kericuhan. Juga belum jelas mengapa polisi menyiram sound system para pengunjukrasa dengan air. Beberapa pengunjukrasa yang diwawancarai oleh Sora Sirulo menduga polisi merasa tersinggung oleh orasi tentang SKPI yang seolah-olah memojokkan pihak kepolisian yang tidak melakukan tugasnya dengan baik.