Beranda / Gara-gara Selisih 10 Ribu Rupiah, Bangun Dibogem Tarigan Gara-gara Selisih 10 Ribu Rupiah, Bangun Dibogem Tarigan Budaya · 30 November 2013 IMANUEL SITEPU. DELITUA. Malang nasib Suraidi Bangun (36) warga Dusun II Ujung Jahe Kelurahan Simalingkar A (Kecamatan Pancurbatu). Niatnya mau bayar utang kepada TK Gurusinga malah dikeroyok oleh Ona Tarigan Cs di Jl. Bunga Rampe II Kelurahan Simalingkar B (Kecamatan Medan Tuntungan). Merasa tak senang, Suraidi Bangun mendatangi Mapolsek Delitua untuk melaporkan penganiayaan yang dialaminya. Data yang dikumpulkan di Polsek Delitua saat korban membuat laporan menyebutkan, penganiayaan yang dialami Suraidi Bangun bermula saat dia mendatangi TK Gurusinga dengan niat membayar utangnya sebanyak Rp 20 ribu. Saat itu, Suraidi Bangun memberikan uang Rp 100 ribu. Karena tidak ada kembaliannya TK Gurusingga menyuruh Ona Tarigan menukarkan uang Suraidi Bangun. Tak lama kemudian, Ona Tarigan kembali dan menyerahkan uang kepada Suraidi Bangun. Setelah menerima uangnya kembali, Suraidi Bangun memberikan uang pecahan Rp 20 ribu kepada TK Gurusinga. Lalu, Suraidi kembali menghitung uangnya dan uangnya kurang Rp 10 ribu. Karena uangnya kurang Rp 10 ribu Suraidi mempertanyakannya kepada TK Gurusingga dan TK Gurusingga mengajak Suraidi untuk kembali menemui Ona. Setelah bertemu dengan Ona dan ditanya perihal kekurangan uang yang dikembalikan, bukan jawaban yang baik diterima oleh Suraidi. Malah ia dipukul oleh teman Ona Tarigan. Mirisnya, Raden yang melihat perkelahian itu bukannya melerai. Bersama Ona, Raden ikut memukuli korban. Karena dikeroyok, Suraidi tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya menangkis pukulan Ona Cs. Untung pada saat itu banyak warga yang melihat dan melerainya sehingga Suraidi Selamat dari amukan Ona Cs. Setelah berembuk dengan keluarga, akhirnya Suraidi mendatangi Mapolsek Delitua untuk melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya. Kapolsek Delitua AKP Wahyudi SiK melalui Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH MH membenarkan pihaknya ada menerima laporan Suraidi Bangun. Saat ini pihaknya masih meminta keterangan saksi-saksi untuk melengkapi berkas penangkapan terhadap para pelaku, kata Kanit. Iklan