Integritas Jatidiri Dan — Sorasirulo
Sorasirulo

Integritas Jatidiri Dan

Budaya ·
Click foto untuk ukuran besar[/caption]

Oleh: Robinson G. Munthe (Jakarta)

KBB memang bukan sekedar istilah. KBB menyangkut soal yang sangat penting yaitu soal integritas identitas, integritas jatidiri Karo. Karo yang memiliki integritas jatidiri yang utuh, tidak terpecah dan terbelah, kuat dan terpadu. Jika di dalam Karo ada kata "Batak", jelaslah identitas Karo masih berada dalam keadaan tidak utuh terpadu. Tidak memiliki integritas yang kuat, berarti tidak memiliki karakter yang kuat pula. Kata kuncinya adalah integritas jatidiri. Jatidiri yang tidak membingungkan diri sendiri dan orang lain.

Siapapun di dunia ini respek kepada seseorang yang memiliki integritas jatidiri, yang tidak ambigu. Orang Batak sendiri, terlepas dari perbedaan pandangan yang ada, respek terhadap orang Karo yang mengatakan dengan tegas siapa dirinya yang benar yaitu Karo yang bukan Batak. Sebagian orang Batak yang belum paham mungkin gagap, bingung dan skeptis pada awalnya. Namun lama-lama mereka akan terbiasa bahkan respek dengan ketegasan dan kegigihan orang Karo untuk mempertahankan jatidiri kekaroannya.

Ditinjau dari segi apapun tidak ada yang salah pada orang Karo yang taat dan kuat memegang identitas kesukuannya yang benar. Lagipula, hal itu tidak menghambat kemajuan Karo ke depan. Lihatlah bangsa Jepang yang di tengah kemajuan teknologinya memegang dengan kuat tradisi kebudayaannya yang unik. Dan, bangsa lain di dunia respek melihat integritas jatidiri dan kebudayaan Jepang.

Lalu, apakah dengan memegang teguh jatidirinya berarti orang Karo sukuisme dan memiliki ego yang kuat tentang sukunya? Kalaupun benar demikian di mana letak sisi negatifnya? Tidak ada yang salah sejauh orang Karo terbuka dalam pergaulan kemasyarakatan, sejauh orang Karo menghormati kebhinekaan kebangsaan kita. Bukankah rumah besar yang bernama Indonesia raya ini menjadi lebih kuat karena ditopang oleh berbagai tiang kayu beraneka rupa jenis dan ukurannya? Akan menjadi rapuh bila hanya ditopang oleh beberapa tiang yang sejenis karena tidak menggambarkan keanekaragaman kayu hutan kita yang kaya. Click foto untuk ukuran besar[/caption]

Adalah sikap dan perbuatan yang benar apabila orang Karo menaruh hormat pada identias diri dan kebudayaan yang telah diturunkan para leluhurnya. Namun, pada saat yang sama, adalah keharusan bagi kita untuk juga respek pada identitas dan kebudayaan orang lain karena kita hidup dalam tamansarinya rumah besar yang bernama Indonesia.

Apakah bisa seseorang yang memegang identitas kesukuannya dengan kuat sekaligus bisa menghargai identitas kebangsaannya dengan kuat pula? Justru prasyarat identitas kebangsaan yang kuat adalah apabila tiap warga bangsa memiliki identitas diri dan kesukuan yang kuat, karena identitas diri dan kesukuan inilah yang berfungsi sebagai tiang-tiang penopang rumah besar Indonesia itu.

Di situlah letak kekuatan dan keindahan keragaman. Di situlah letak integritas identitas kebangsaan. Kehidupan kebangsaan yang kuat bukan dijunjung tinggi dan diagungkan di atas kematiaan identitas kesukuan dan kebudayaan yang beraneka ragam itu. Keduanya saling menguatkan dan menghidupkan, bukan saling melemahkan dan membunuh.