Kalak Karo
Seberapa besar tanggapan anda tentang suku Karo yang dianggap sebagai salah satu suku di dalam rumpun Batak? Semua kembali kepada kita sendiri tentang bagaimana sebenarnya suku Karo dan keterkaitannya dengan rumpun Batak. Tetapi, di sini saya memberi pertanyaan pribadi yang mungkin juga anda pertanyakan selama ini. Mengapa harus Batak nama rumpunnya?
Sejarah tentang asal usul suatu kelompok/ suku dapat ditulis oleh seorang individu/ kelompok tanpa menunggu persetujuan dari banyak pihak, terlebih lebih si empunya suku. Apalagi keterkaitanya dengan suku Karo. Mungkin di luar sana banyak tertulis sejarah suku kita tanpa menunggu persetujuan dari kita (kalak Karo). Bukan berarti tulisan-tulisan yang sudah ada tidak penting, tapi, lebih penting lagi, adalah bagaimana kita mengambil nilai positif dari tujuan kita membuka lembaran-lembaran tulisan sejarah itu.
Saya mengajak anda mempertanyakan, atas dasar apa sebenarnya suku Karo adalah bagian rumpun Batak?
Pertanyaan ini muncul karena tidak adanya alasan khusus apa sebenarnya yang menjadi penyebab suku Karo dikatakan masih bagian rumpun Batak. Terlebih-lebih, sampai saat ini, belum ada tulisan kuno dari sejarah suku Karo yang menuliskan bagaimana sebenarnya awal mulanya suku Karo masuk ke rumpun Batak. Berikutnya, saya ingin memberikan suatu hal yang mungkin bisa menjadi jalan untuk kita (warga suku Karo) demi gambaran yang bisa menjawab beberapa poin dari pertanyaan di atas.
Lahirnya kata Batak tidak lain adalah wilayah yang bernama Tapanuli. Saya kira gambaran wilayah kita bisa menentukan kalau sangatlah jauh antara Taneh Karo Simalem dengan Tanah Tapanuli. Di tanah Tapanuli, Batak adalah sesuatu yang masih kontroversi cara penanggapannya (masyarakat Tapanuli).
Apa sebenarnya yang menjadi kontroversi? Yah, tidak lain adalah Tapanuli bagian Selatan mengatakan kalau Batak adalah mereka yang tidak setuju dengan ajaran Islam. Saya sangat percaya karena alasan kedekatan wilayah mereka ini masih bersaudara. Hal ini saya kira tidak perlu bukti-bukti tulisan sejarah karena mereka yang berada di bagian Selatan Tapanuli menamakan dirinya/ kelompoknya suku Mandailing dan mereka masih ada sampai sekarang.
Ini tidak perlu kita cari kebenaranya melalui buku-buku sejarah karena saksi hidup masih ada sampai sekarang.