Kenangan: I Don't Want To Talk About
Di satu sisi, hatiku tak mau berbicara tentang dirinya. Namun, semakin kuat hati memberontak, seiring itu juga ingatan akan dirinya semakin nyata di dalam benak. Tanpa bisa terbendung, setetes demi setetes air mata mulai membasahi keyboard komputer di hadapanku, sekaligus sebagai alat yang membantuku menuliskan kata-kata ini huruf demi huruf. Aku pernah dengar ocehan orang-orang. Kadang kala kata-kata tersebut kujadikan pedoman setelah mereka berkata kepadaku: "Seorang lelaki tidak boleh menangis, Apalagi Jika menangis untuk seorang perempuan." Untuk malam ini, aku seakan tidak punya malu lagi, dan air mata terus menetes dengan derasnya sederas hujan yang saat bersamaan telah turun dengan derasnya di luar sana. Tak seorangpun melihat akan apa yang aku lakukan malam ini, namun aku tidak bisa membohongi diri sendiri, bahwa aku betul-betul menangis sekeras-kerasnya untuk melampiaskan kesedihan yang membuat dada semakin sesak. Foto: Ita Apulina Tarigan[/caption]
"Akankah engkau juga teringat kepadaku seperti aku teringat akan dirimu malam ini?"