Keseriusan Jati Diri Dibalas Guyonan Tak
Oleh: Jhonny Sinulaki
Dalam menangggapi gencarnya seruan KBB (Karo Bukan Batak) di sebuah grup facebook, seseorang berkata begini: “Cuma guyon aja ya, apa perlu kita buat KARO BUKAN INDONESIA?” Saya menjadi tertarik menanggapi guyonannya sebagai berikut.
INDONESIA lahir melalui Proklamasi dan diperjuangkan sedemikian rupa serta diamandemen dalam undang-undang kenegaraan, dibuat landasan bernegara, dasar bernegara, asas bernegara, serta menaungi banyak suku, agama, ras, dan golongan yang ada di dalamnya dan telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Nah.... Apakah prosesnya sama dengan pem-BATAKAN? Bagaimana kita menjelaskan hal ini dengan sejarah yang kita ketahui dan coba diresapi, camkan dan bandingkan dengan guyonan di atas? Apakah penting atau layak dipikirkan membuat himbauan KARO BUKAN INDONESIA?
Saya menghargai pembahasan Karo Bukan Batak atau Karo adalah bagian Batak karena saya tergerak mempelajari budaya Karo. Aku bukanlah orang pintar tapi logikaku tiba-tiba eror membaca guyonannya itu.
Hal yang kita bahas saat itu sangat jelas, yaitu mengenai identitas (jati diri) yang masih dalam simpang siur. Mengapa dikaitkan dengan identitas yang sudah jelas dan sudah harga mati bagi setiap warga NKRI? Di mana logikanya?
Tapi, kalaulah memang sekedar guyonan, agar kita tertawa sejenak, tak apalah. Forum itu memang terbuka. Namun, saya percaya, semua peserta diskusi berhasrat menemukan yang terbaik dari diskusi. Oleh karena itu, sebisanya, janganlah memperkeruh suasana dan lari dari konteks pembahasan.
Berilah penghargaan kepada teman-teman yang tekun dan giat selama ini mendiskusikan hal terbaik untuk kekaroan kita.