Keunikan Pembeda Untuk Blog Dan Media Sosial
Beberapa hari lalu, saya berbincang-bincang dengan seorang pria pegawai eksekutif sebuah TV nasional. Katanya padaku: “Di tempat kami bekerja ada beberapa orang Batak.” Langsung saja aku menyampaikan pesan KBB (Karo Bukan Batak, red.) kepadanya. Kataku: “Pak, tolong sampaikan kepada reporter dan redaktur bapak agar, ketika memberitakan sesuatu tentang Karo atau Batak, memperhatikan penggunaan istilah-istilah yang masing-masing berbeda diantara keduanya. Karo itu beda dengan Batak”. Pakaian adat Karo yang memperlihat sepasang pemimpin kelompok kerja muda-mudi di ladang saat memberikan persembahan hasil-hasil pertanian kepada tamu-tamu terhormat dalam sebuah acara muda-mudi (aron)[/caption]
Kata "Mejuah-juah" adalah pembeda utama yang seharusnya dimuat pada Judul/Logo tiap komunitas Karo di media sosial. Lalu, salah satu rumah adat Karo/ jambur/ lumbung/ geriten dengan sudut pengambilan (pemotretan) yang tepat, sehingga dengan jelas misalnya membedakan dengan rumah Minang/ Toraja/ Batak/ Simalungun/ Pakpak, dll. Kemudian adalah gambar pasangan (pengantin) Karo dengan pakaian adat lengkap ( rose ). Berkali-kali majalah dengan sirkulasi nasional memuat foto pengantin dengan pakaian adat Karo mendapat pujian. Gunung (berapi) Sinabung yang terdapat di Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung) (Foto: Imanuel Sitepu)[/caption]