Kisah Putri
Sang Puteri terlahir bersama dua saudara kembar yang dipercaya adalah seekor Naga dan sebuah meriam bernama Meriam Puntung. Setelah besar, Putri Hijau kemudian menikah, tetapi sang suami akhirnya tidak sanggup untuk mempertahankan mahligai rumah tangga, disebabkan hartanya terkuras habis untuk membeli makanan kepada iparnya Naga yang berupa ayam.
Pasukan Aceh akhirnya merubah taktik. Mereka kemudian mengganti peluru. Bila sebelumnya mereka mempergunakan peluru yang terbuat dari tembaga, maka saat itu sudah digantikan dengan perak dan emas. Peluru-peluru ini kemudian diletakkan di dekat pertahanan Aru. Sisa-sisa Benteng Kerajaan Haru Delitua saat ini (Foto: Ita Apulina Tarigan)[/caption]
Melihat keadaan yang tidak menguntungkan lagi, akhirnya sang Naga juga pergi meninggalkan tempat itu. Dia menuju dasar laut. Tapi, sebelum itu, dia sempat berjanji kepada Putri Hijau, bahwa suatu saat kelak dia akan datang menolong Sang Putri. Dengan demikian, maka ketika Putri Hijau akan dibawah ke Tanah Aceh dengan menggunakan kapal, datanglah Sang Naga menghancurkan kapal tersebut sampai karam. Semua isi kapal tenggelam, termasuk juga Putri Hijau yang ada di dalamnya. Catatan dari Redaksi: Ilustrasi keadaan Benteng Putri Hijau (Kerajaan Haru Delitua) saat ini oleh pelukis Belanda Marjolijn Groustra yang sekaligus ilustrator Tabloid SORA SIRULO[/caption]