Kolom Ita Apulina Tarigan: Social Media Untuk Gagasan "karo — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Ita Apulina Tarigan: Social Media Untuk Gagasan "karo

Pendidikan ·

Di jamannya social media ini, kalak Karo tidak ketinggalan. Terlihat dengan banyaknya komunitas Karo di berbagai forum. Ini adalah gejala yang bagus sekali, memanfaatkan kemudahan untuk berbagi informasi. Kalau dulu, ingin terkenal, punya pengikut harus banyak uang, fasilitas. Kini tidak. Ada pengetahuan, ide yang segar dan menantang, maka kemudahan mendapatkan komunitas bukan mimpi lagi. Sisi baiknya dari komunitas di media social ini adalah adanya kesempatan mengembangkan idea atau gagasan yang tidak akan muncul dari lembaga formal.

Ketika sebuah idea atau gagasan menarik itu sudah diminati, yang sering terjadi adalah komunitas mundur lagi ke jaman baheula, menjadi organisasi konvensional. Dengan susunan organisasi konvensionalnya ada ketua, sekretaris dan perangkatnya jadilah komunitas tanpa sadar membelenggu dirinya, gagasannya ala feudal. Perintahnya top down , dari atas ke bawah.

Terlupakanlah gagasan yang hendak diwujudkan, karena dalam organisasi konvensional akan ada ‘raja’ dan ‘anak buah’. Padahal dalam komunitas itu yang dibudayakan adalah kata ‘kita’ bukan ‘aku’. Dengan sumbangan 1 orang Karo dari Bali, Sanggar Seni Sirulo berhasil menghibur 3 kelompok pengungsi letusan Gunung Sinabung di Kabanjahe (2010)[/caption]

Dengan kemudahan sekarang ini, mari kita berkreasi bagaimana memanfaatkan kelebihan kita masing-masing untuk meraih tujuan bersama. Ketika satu rasa, satu tujuan tidak akan ada lagi persoalan siapa yang memimpin. Siapa saja bisa menjadi pemimpin, siapapun bisa jadi anak buah.

Keluarlah dari ikatan organisasi konvensional itu, kita sudah merdeka, jangan lagi mengikatkan diri.

Mari kita renungkan sambil mendengarkan lagu di bawah ini: