Kolom Juara R. Ginting: Sembiring Dari
Sebagian orang berasumsi bahwa Sembiring berasal dari India. Asumsi ini jelas datang dari kaum sekolahan yang membaca tulisan-tulisan sejarah. Jelas bukan sejarah yang diturunkan turun temurun. Nenek saya tidak tahu adanya dan di mana India walau dia tahu banyak kalak India di Medan. Asumsi tulisan-tulisan sejarah itu sangat didasarkan pada penemuan banyaknya serpihan budaya dari India Selatan di Karo dan masyarakat-masyarakat sekitarnya. Dalam hal ini, para ahli sejarah menganggap Karo punya kedudukan istimewa dibandingkan masyarakat-masyarakat lain di sekitarnya yang juga menerima serpihan-serpihan budaya dari India Selatan itu. Keistimewaannya adalah bahwa di Karo ada merga-merga yang nama-namanya jelas sekali serupa dengan kelompok-kelompok yang ada di India Selatan; Cholia, Muham, Pandia, dll. Dilukis oleh Novi Tarigan (dapat dipesan lewat Sanggar Seni Sirulo)[/caption]
Itu sedikit gambaran ringkas dari perkembangan asumsi sejarah Sembiring.
Neumann mengkaitkan dugaannya itu dengan nama merga Gurusinga yang, katanya, dari Nggurisa (sejenis burung enggang). Asumsi Neumann diperkuat oleh tradisi merga Gurusinga yang memantangkan makan daging burung Nggurisa. Jadi, bukan dari kata guru dan singa . Suatu malam saat Sanggar Seni Sirulo mengadakan latihan di Medan[/caption]