Kolom M.u. Ginting: Masyarakat Karo Rasional Atau Tidak
Rakyat Karo belum siap menerima pemimpinnya di luar etniknya. Padahal Siti Aminah mungkin melihat Salmon Sagala, bisa mengakomodir migran-migran yang masuk dari tanah Batak ke Tanah Karo. Logika politik memang demikian. Dan masyarakat Karo tidak rasional berpolitik. Kalau masyarakat Karo itu rasional, saya yakin akan memilih Siti Aminah. Saya bangga terhadap Siti Aminah, satu-satunya di Sumatera Utara ketua partai wanita hanya Siti Aminah. (Pengamat Sosial Politik USU Drs Wara Sinuhaji MHum). http://www.inaberita.com/beta/view.php?newsid=3267 Para artis Sanggar Seni Sirulo sedang mempersiapkan diri untuk tampil setradisional mungkin di atas pentas[/caption]
Atau seperti juga dikatakan oleh professor sejarah J.Z.Muller:
Dalam percakapan kita di milis biasa juga kita sering bilang dari daerah ke nasional. Jargon politik lainnya seperti pelestarian budaya dan kultur, kearifan local, dll. Karo sudah bertekad akan selalu berusaha membikin ini semua dalam kenyataan dan juga adalah mungkin karena way of thinking Karo dan filsafat hidupnya serta dialektikanya sesuai dengan 3 arus besar perkembangan dunia ( EQ, Demokrasi, Leadership ). Soal 3 arus besar ini lihat dihttp://groups.yahoo.com/group/tanahkaro/message/893 atau http://karobukanbatak.wordpress.com/2011/03/13/100-tahun-karo-sinik/