Kolom M.u. Ginting (swedia): Revolusi Dalam Evolusi (kepercayaan Tradisional,
Evolusi perkembangan manusia dari berbagai segi telah banyak terlukiskan dalam buku-buku. Salah satu yang paling tua ialah tentang proses perkembangan makhluk hidup seperti yang dibukukan oleh Darwin. Pada tingkat perkembangan yang lebih tinggi, setelah manusia bermasyarakat, berangsur terjadi proses munculnya kepercayaan dan perkembangan kepercayaan (kemudian agama), yang pada dasarnya adalah expresi budaya dan kultur serta way of thinking suatu masyarakat tertentu.
Apapaun yang dipilih orang-orang Karo (Kristen atau Islam) kebanyakan tidak mengganggu dalam pemikiran tradisional adat istiadat Karo. Karena itu, banyak juga yang heran (di kalangan pengikut agama yang lebih fanatik) mengapa orang Karo tak mempersoalkan agamanya (Islam atau Kristen) dalam upacara-upacara adat Karo. Bahkan dalam satu keluarga, tidak jarang anggota keluarganya menganut beragam agama, hal mana sangat jarang terjadi di kalangan penganut agama Islam/Kristen yang sudah mapan seperti dalam satu kultur/etnis tertentu. Click foto untuk ukuran besar[/caption]
Dalam perang perlawanan yang paling lama di Indonesia, Perang Sunggal (Karo-Rebel) istilah ini dipakai untuk menghina dan mengisolasi perlawanan patriotis orang Karo di bawah pimpinan keluarga Badiuzzaman Surbakti. Selama 33 tahun kekuasaan Orba, istilah ini telah berhasil mengucilkan dan mengisolasi Karo dari mata dan pengetahuan umum. Click foto untuk ukuran besar[/caption]