Memilih Pemimpin Karo Secara
Oleh: Joni Hendra Tarigan (Bandung)
Dalam konteks suatu Negara, apakah rasional bila Wakil Presiden RI dari USA atau katakanlah dari Singapura atau juga Malaysia? Jangankan sebagai kepala negara, organisasi dari USA (Ford dan lain-lain) sekalipun tak bisa menjelma menjadi begitu bijak untuk perjuangan kemajuan bangsa dan rakyat Indonesia. Mereka (organisasi kemanusiaan asing terutama USA) mengeluarkan 1 Juta dollar untuk mendapatkan triliunan dollar. Bahkan, bila nyawa rakyat bangsa ini terrenggut, tak jadi soal bagi mereka.
Sangat tidak rasional bila pemimpin pemerintahan dari luar Karo mau berkorban jiwa raga untuk orang Karo, sekalipun "Tali Pusar Itu Jatuh di Taneh Karo Simalem". Bebek tak pernah mengerami telurnya, sang MANUK-lah yang mengerami telur bebek. Akan tetapi, sampai kapan pun, bebek tidak akan pernah menjadi MANUK. Tidak bulunya seperti manuk, tidak suaranya, tidak sifatnya. Itu adalah jati diri bebek yang tetap akan jadi bebek (Bukan maksudnya kita sama dengan bebek dan manuk).
Memang, kenyataannya pula, orang Karo pun yang memimpin Kabupaten Karo bisa sangat mengecewakan warga Karo sendiri. Jadi, apa yang dimaksud dengan rasional memilih pemimpin pemerintahan atau perwakilan rakyat daerah? Apakah sudah pasti tindakan rasional bila kita memilih Bupati Kabupaten Karo dari suku lain?
Tidak rasionalnya sebenarnya adalah bahwa kualitas orang Karo yang sedang memimpin itu tidak seperti yang diharapkan. Banyak uang belum tentu bisa memimpin.
Terus, kalau Siti Aminah--Sagala yang dipilih saat itu, itu rasional? Darimana dasarnya? Kalau itu asumsinya, harus dikaji dan diuji kebenarannya lewat kejadian yang ada, maka asumsi itu masuk kategori teori.
Kalaulah Siti Aminah-Sagala dan dulu calon-calon bupati yang lain itu benar-benar ingin membangun Karo, mereka tak harus menjadi Bupati untuk membangun Taneh Karo Simalem. Dengan kemampuan yang ada, satukan kekuatan untuk membangun Karo. Gebu Karo dan Sora Sirulo, lewat program kemanusiaan dan budaya terus berusaha berkontribusi untuk Taneh Karo Simalem.
Bagi saya, mereka ini (Gebu Karo, Sora Sirulo dan yang lain-lainnya) adalah pepimpin perubahan tanpa jabatan pemimpin. Namun begitu, merekalah pemimpin yang sebenarnya untuk Karo. Penampilan Sanggar Seni Sirulo di atas pentas. Klik foto untuk ukuran besar.[/caption]
Enda lang, la surung jadi Bupati ndai, lanai idah ilapna pe.