Menjualkan — Sorasirulo
Sorasirulo

Menjualkan

Budaya ·
Penampilan TARTAR BINTANG di Tongtong Fair, Den Haag (Nederland)[/caption] Oleh: Robinson G. Munthe (Jakarta)

Suku Karo harus memiliki kepercayaan diri guna menampakkan diri ke khalayak ramai. Kepercayaan diri ini harus dibangun dari individu-individu Karo yang berprestasi di berbagai bidang.

Berprestasi yang dimaksud tidak harus yang besar-besar dan hebat-hebat seperti yang dibayangkan. Dari yang tidak bisa menyanyi Mbiring Manggis menjadi bisa. Dari yang tidak bisa berpidato di depan umum menjadi bisa. Itu juga prestasi. Yang terutama adalah kemauan dan keberanian untuk berbagi kepada teman. Tak akan ada yang menganggap remeh atau sebaliknya dianggap menyombongkan diri apabila yang dibagi adalah kenyataan dan disampaikan dengan cara dan waktu yang tepat.

Kita tidak akan pede "mempromosikan" Karo pada orang lain apabila kita tidak memiliki kepercayaan diri dan keyakinan yang kuat akan prestasi-prestasi yang telah dibuat generasi Karo yang dulu, kini maupun mendatang. Seperti menjual barang, kita tidak akan bisa menjual dengan baik dan meyakinkan orang kalau kita tidak tahu dan yakin akan kualitas barang dagangan kita. Tarian Karo yang sangat lain dengan suku-suku tetangganya, ditampilkan di Paladium Mall, Medan, oleh Sanggar Seni Sirulo[/caption]

Mengerti kualitasnya tidak berarti tidak paham atau mengabaikan kelemahan-kelemahan barang yang kita jual. Kita tidak harus merasa sempurna dulu baru kita berani menjual.

Begitupun Karo, kita harus paham keunggulan dan kelemahannya, terutama melalui individu-individunya. Namun, yang namanya menjual, tentu yang kita sampaikan adalah keunggulan-keunggulannya sambil kita terima dan perbaiki kelemahan-kelemahannya.

Apa sih yang sempurna? Saya sangat yakin, kalau kita berpikiran positif pada Karo maka buahnya pun akan positif. Saya kadang sedih sekaligus jengkel melihat masih banyak orang Karo di luaran sana merendahkan Karo dan meninggikan yang lain tanpa studi yang dalam dan seimbang.

Saya mikir, ini orang kok keyakinan dan kepercayaan dirinya parah? Saya meyakini bahwa aktivis KBB (Karo Bukan Batak, red.) bukanlah orang yang gegabah, sok tahu, gagah-gagahan membela dan memberi pencerahan atas Karo tanpa memikirkan sisi-sisi lemah dari etnis Karo. Aktivis KBB pun paham bahwa suku Karo bukanlah suku sempurna, namun kelemahan tidaklah menghalangi mereka untuk mencintai, membela dan mempromosikan Karo karena itulah pilihan terbaik, sekiranya pun pilihan lain ada.