Mudah Curiga Adalah Ciri Suatu Gangguan — Sorasirulo
Sorasirulo

Mudah Curiga Adalah Ciri Suatu Gangguan

Budaya ·

Oleh: Dr. Lahargo Kembaren SpKJ*

Kewaspadaan di jaman sekarang ini sangatlah dibutuhkan karena banyaknya hal yang dapat mengancam kehidupan kita. Jalan, tempat kerja, dan tempat keramaian tidaklah seaman waktu dahulu. Kejahatan yang terjadi di sekitar membuat kita mau tidak mau menjadi lebih waspada agar tidak terjadi hal-hal yang buruk dalam kehidupan kita. Waspada memang baik hingga pada taraf tertentu, tetapi apabila berlebihan, dapat mengganggu fungsi dan produktivitas serta dapat juga mempengaruhi lingkungan sekitar.

Suatu hari di sebuah poliklinik jiwa, datang seorang pasien yang dibawa oleh keluarganya karena pasien ini mudah sekali curiga pada orang lain. Dia bekerja di sebuah perusahaan otomotif dan, akhir-akhir ini, sering terlibat pertengkaran dengan karyawan lainnya karena dia merasa curiga orang lain membicarakan dirinya dan berniat melakukan hal yang buruk pada dirinya.

Pikiran ini didapatkan pasien setelah dia merasa dirinya diperhatikan dan sepertinya semua mata mengarah pada dirinya. Pasien ini mengalami suatu delusi atau waham yaitu suatu keyakinan yang salah yang dipegang teguh oleh yang bersangkutan, padahal tidak sesuai dengan kenyataan/ fakta yang sebenarnya serta tidak sesuai dengan latar belakang dan nilai/ budaya yang bersangkutan.

Delusi/waham memiliki banyak jenis antara lain adalah - waham cemburu, waham kebesaran, waham rujukan, waham perasaan bersalah, waham nihilistik, waham somatik, waham erotik, waham kejar/paranoid/curiga, dll. Waham/delusi ini sangat mempengaruhi kepribadian seseorang sehingga dia menjadi seperti orang lain yang berbeda dan menimbulkan keheranan di mata keluarga/ lingkungan. Tidak jarang munculnya waham/delusi ini menyebabkan seseorang melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya seperti melakukan perilaku kekerasan pada orang lain.

Salah satu waham yang ada adalah waham curiga yang juga disebut waham paranoid/kejar di mana yang bersangkutan merasa ada orang lain yang berniat tidak baik pada dirinya dan keluarganya. Yang bersangkutan merasa sikap/ perkataan/ perilaku orang-orang yang di sekitarnya adalah ancaman terhadap dirinya dan ini menimbulkan kecurigaan yang besar pada diri orang ini.

Kecurigaan ini biasanya dipicu oleh hal-hal yang sebenarnya bersifat sepele seperti ada orang yang tertawa/ tersenyum pada dirinya. Itu dianggapnya sebagai suatu yang melecehkan dirinya padahal belum tentu demikian kenyataannya tapi yang bersangkutan sudah sangat meyakini hal ini. Ada orang di jalan yang memperhatikan dan melihat ke arah dirinya dianggap sebagai suatu ancaman terhadap dirinya dan pikirannya sudah sangat jauh berpikir dan curiga bahwa ada maksud-maksud tertentu dari orang ini.

Waham curiga ini bisa menyebabkan orang yang bersangkutan menjadi takut, marah, emosi, cemas dan ada juga yang sampai melakukan perilaku kekerasan agar dia bisa keluar dari ancaman yang sebenarnya tidak riil/nyata ini.

Waham / delusi merupakan suatu ciri dari suatu gangguan yang disebut psikotik yaitu gangguan kejiwaan yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang membedakan mana yang nyata/tidak nyata, Dengan kata lain, ada gangguan dalam penilaian realitas. Penyebab gangguan psikotik adalah ketidakseimbangan dalam neurotransmiter (zat kimia) di saraf otak yang bersangkutan. Orang bisa mengalami gangguan psikotik karena beberapa faktor mempengaruhi antara lain adalah :