Puisi: Pencuri
Budaya ·
Oleh: Maria Timmen Surbakti, negeri pertiwi tiada hari tanpa prahara langit dan tanah berjarak udara hati dan pikiran berjarak mulut mulut mulut para penipu mulutnya bicara matanya terbelalak suburnya negeri ini telinganya mendengar bisikan syaitan maka inilah dinamakan tepi zaman mendekati akhir zaman mulut berkuasa tangan-tangan besi memukul mata jahat dimana-mana mulut pencuri lebih dari pedang pedang yang berbisa bilahnya melukai racunnya mematikan tangan pencuri lebih tangan panjang dari pencuri ayam mata pencuri membidik lebih licik dari mata-mata mereka mencuri bergegas lari lari dari negeri Jakarta 032013