Refleksi: — Sorasirulo
Sorasirulo

Refleksi:

Budaya ·
Oleh: Reinaldo Sembiring*

Aku bukanlah penggagas KBB dan diundang masuk ke grup facebook ini (Jamburta Merga Silima, Red.) oleh kawan lamaku. Sebenarnya, untuk apa sih KBB (Karo Bukan Batak) ini? Kan lebih nyaman jika kita hanya menerima saja 'kenyataan' bahwa Karo adalah Batak? Dengan kehidupan modern sekarang kan lebih nyaman mengurusi diri/ keluarga sendiri? Punya pekerjaan bagus, penghasilan bagus, dll. Ngapain pula mengurusi hal-hal seperti ini yang mengandung resiko? Iini jawabannya menurutku:

1. KBB ini pasti dibentuk oleh orang-orang Karo yang terpelajar dan banyak bergaul dengan suku-suku lain (jadi, jangan dipertanyakan tingkat pergaulannya lagi).

2. KBB ini dibentuk oleh orang-orang yang bersedia mengambil resiko tanpa ada keuntungan bagi dirinya sendiri (analisa saja sendiri ada tidak keuntungan yang bisa diperoleh)

3. KBB ini timbul karena semakin rendahnya posisi tawar orang Karo dalam bangsa ini. Lihatlah begitu tertinggalnya Karo dalam segala bidang.

4. KBB ini timbul karena mayoritas orang Karo memiliki sifat rendah diri sehingga tidak menonjol dalam pergaulan (hal ini mengindikasikan orang Karo tidak bangga menjadi orang Karo dan cenderung menjadi follower saja dalam grup "Batak"). Harus ada cara untuk membalikkan kondisi ini (mudah-mudahan aku tidak dianggap berpikir sempit).

5. Jika tidak ada terobosan berarti maka Karo akan segera menjadi 'sejarah' dan terlupakan. Lihat saja daerah-daerah tradisional Karo segera akan hilang.

Menurutku harus ada terobosan yang kita buat, daripada membuat kita pecah sehingga KBB inipun nanti jadi terabaikan (dianggap tidak ada). Jangan mengkritik penganut KBB saja jika kita berdiam diri saja melihat kondisi ini tanpa berbuat sesuatu untuk hal-hal yang diperjuangkan KBB.

Mungkin ini saja pemikiranku yang bodoh, kampungan dan tidak bergaul ini (seperti yang dituduhkan kepada para pengikut KBB)

* Penulis sedang mengambil S2 di USU, bekerja di sebuah BUMN, menyukai bahasa asing (Inggris, Perancis, dll), menyukai teknologi, pernah menjadi Ketua Permata GBKP, pernah anggota GMNI, dan seorang nature traveller.