Sekilas Pandang Gerakan Karo Bukan
Oleh: Brandy Karo Sekali (Medan)
Bayangkan bila Anda adalah seorang warga negara Amerika Serikat dan pernah mendengar istilah Batak. Pada suatu ketika Anda secara iseng mencari informasi terkait Batak di Internet, khususnya mengenai tari-tariannya. Kemudian Anda mengetikkan kata "Batak Dance" di Google. Apa yang akan Anda temukan? Anda akan menemukan tari-tarian Toba atau Tortor.
Bila Anda adalah seseorang yang memang benar-benar awam (kebanyakan orang memang awam dan termasuk saya juga) maka tentu yang menjadi pikiran Anda bahwa tarian Batak itu adalah Tarian Toba yang Anda lihat itu dan langsung mengabaikan bahwa ternyata ada kelompok-kelompok etnis lain di sekitarnya yang bagi sebagian orang adalah juga Batak. Padahal kelompok-kelompok etnis lain itu punya tari-tarian lain.
Selama ini, saya perhatikan dari kita kalangan Karo yang mengatakan seperti ini: “Kita memang tetap bagian dari Batak. Di sinilah peranan kita menjelaskan kepada orang lain bahwasanya Batak itu bukanlah Toba, tetapi Batak terdiri dari beberapa puak dan salah satunya Karo.”
Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara kita sebagai orang Karo menjelaskan kepada masyarakat dunia mengenai 'kekeliruan' informasi yang beredar di atas, bahwa tarian Toba yang sebelumnya sudah mereka anggap sebagai tarian Batak dapat kembali sesuai dengan yang disarankan teman itu tadi?
Tentu itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, karena jaringan internet begitu luas dari segi pengguna dan jangkauannya. Luasnya penggunaan internet tentu akan menghambat kita untuk memfilter berbagai informasi 'keliru' tentang arti Batak yang sebenarnya.
Dengan kesulitan-kesulitan untuk meluruskan hal-hal yang salah di atas, tentu sebagai jalan alternatif yang mudah untuk ditempuh adalah dengan menggalakkan gerakan Karo Bukan Batak. Dengan gerakan ini, maka tentu eksistensi Karo akan tetap terjaga, dan tidak akan lekang dilindas oleh pengertian Batak dengan puak-puaknya yang sudah sangat menyesatkan masyarakat luas saat ini.