Siapakah Yang Salah Dengan Kondisi Kabupaten Karo Saat
Tidak terasa, sudah 4 tahun anggota DPRD Karo memangku jabatannya (2009-2013). Begitu juga dengan Bupati Karo sudah 2 Tahun menduduki jabatannya. Kenyataan di lapangan, belum ada kemajuan di Kabupaten Karo. Kabupaten Karo yang warganya mayoritas petani saat ini semakin terpuruk. Hama lalat buah yang mengakibatkan kegagalan panen bagi petani jeruk belum dapat diatasi. Pupuk dan bibit/benih yang sulit didapat di pasaran saat musim tanam. Paling ironis yang dihadapai petani khusunya petani sayur-mayur adalah harga yang melonjak pada saat panen raya.
Kemajuan Kabupaten Karo sangat ditentukan oleh para pemimpinnya yang dalam hal ini adalah Bupati dan DPRD Karo. Hendaknya kedua lembaga ini tahu bagaimana cara mencari jalan keluar dari semua permasalahan yang dihadapi para petani Kabupaten Karo. Tidak salah kiranya kedua lembaga ini mendatangkan ilmuan dari luar untuk meneliti secara menyeluruh dan mendetail megenai penyakit hama lalat buah. Saat ini, lalat buah tidak saja menyerang tanaman jeruk, tetapi juga sudah menyerang tanaman lainnya. Bahkan, tanaman kopi pun sudah diserang hama ini.
Demikian juga halnya dengan ketersediaan pupuk dan bibit/benih. Pemerintahan Kabupaten Karo melalui Dinas terkait dapat memprediksi berapa kebutuhan pupuk dan bibit/benih per musimnya bagi petani. Dalam mengantisipasi gejolak harga, Pemkab Karo juga dapat melakukan kerjasama dengan daerah atau negara luar agar pada saat panen raya, komoditi hasil panen petani dapat dikirim ke daerah/ luar negeri dengan cara penentuan standarisasi harga suatu komoditi petani Karo. Hendaknya harga yang ditetapkan tidak merugikan petani dan juga tidak memberatkan pembeli. Foto: Caranta Perangin-angin[/caption]