Tidurlah Dengan Damai Bersama Lantunan Kulcapimu, Kawan Kami Djasa
AVERIANA BARUS. MEDAN. “Djasa itu eksploratif. Saya mengenalnya sejak awal kariernya dan dia itu orang yang selalu ingin menghasilkan sesuatu yang baru. Semoga setelahnya lahir Djasa-Djasa yang muda,” tutur Pulumun Ginting, Dosen Seni Unimed yang tengah menyelesaikan Doktornya di Universitas Udayana Bali.
Berjasa besar terhadap perkembangan musik Karo karena pria 50 tahun ini telah berhasil mengeksplorasi musik tradisional Karo dan memindahkannya ke dalam bentuk digital. Ini cukup fenomenal karena dia orang yang pertama sekali memperkenalkan Gendang Keyboard sebagai ensambel musik pengiring dalam upacara adat Karo. Dia juga merevitalisasi musik tradisional Karo dengan menghidupkan kelompok-kelompok grup musik tradisional Karo seperti Gendang Lima Sendalanen dan mentransfer ilmunya pada anak-anak muda yang tertarik dengan instrumen Karo. Djasa Tarigan (kiri) dan Yoe Anto Ginting bersama Perkumpulan Karo Eropah (Perkoeah) di Belanda beberapa tahun silam[/caption]
Sebagai seorang seniman, pria ini cukup sukses karena hidup dari sana. Djasa Tarigan bebere Karo ini telah dikubur di Bulanjulu (Kabupaten Karol) setelah dilakukan penghormatan secara adat di Jambur Halilintar (Medan). Malam sebelumnya, di rumah duka, para seniman Karo menghormati sang Maestro ini dengan menyumbangkan lagu-lagu kenangan mereka dengan Djasa. Koreografer tari Karo Juara R. ginting bersama beberapa penari TARTAR BINTANG di Nederland[/caption]
“Selamat jalan, Perkatimbung Beru Tarigan …..” desah Clara mengakhiri percakapan.