Acara Kuliner Tvri Nasional Sadar — Sorasirulo
Sorasirulo

Acara Kuliner Tvri Nasional Sadar

Budaya ·

BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Pagi menjelang siang hari ini , TVRI Nasional menayangkan Acara Kuliner dengan berbagai ulasan mengenai makanan tradisional Karo yang diantaranya adalah Umbut Ayam Kampung dan Jong Labar.

Umbut Ayam Kampung disajikan dalam pesta-pesta adat Karo. Menurut pembawa acara, masakan ini terasa entabeh atau ‘sangat enak sekali’ dalam bahasa Indonesia.

Adapun pada ulasan mengenai Jong Labar, pembawa acara menyebutnya sebagai “kue khas asal Tanah Karo yang berbahan dasar jagung muda”. memahami mana lagu-lagu Karo dan mana pula yang bukan lagu-lagu Karo[/two_third]

Yang paling menarik di acara tersebut, backsoundnya diiringi oleh lagu-lagu Karo yang salah satunya adalah Odak-odak. Ini menandakan bahwa media-media nasional sudah mulai memahami mana lagu-lagu Karo dan mana pula yang bukan lagu-lagu Karo. Sebagaimana sering kita temukan tayangan-tayang di televise nasional menggambarkan orang Karo atau wilayah Karo tapi lagu backsoundnya ternyata lagu-lagu Batak. Demikian juga di media-media cetak maupun media online yang memberitakan tentang sebuah peristiwa yang terjadi di Karo tapi menuliskan bahasa lokal dalam bahasa Batak seperti halnya kata boru untuk yang seharusnya beru atau ulos untuk yang seharusnya uis atau uis gara .

“Terserah bila seseorang memandang bahwa Karo itu bagian dari Batak atau tidak, tapi perlulah disadari ada yang lagu Karo dan ada yang bukan lagu Karo entah apapun namanya. Demikian juga kata beru dengan boru ya jelas bedalah. Satu mendandakan dia orang Karo dan satunya lagi menandakan dia bukan orang Karo entah orang apapun dia. Coba bayangkan kalau seseorang dinamai Reh Malem boru Karo Sekali. Mengapa tidak ditulis dengan beru saja?” papar Pa Sukat yang tinggal di Medan ketika Sora Sirulo menanyakan pendapatnya tentang seringnya salah kaprah penulisan tentang Karo di media.

Lain lagi halnya dengan Unjuk beru Ginting di Jakarta ketika dihubungi oleh Sora Sirulo lewat facebook.

“Pernah ada sebuah televisi nasional menyiarkan tentang wisata Taneh Karo. Saya sudah senang melihat pemandangan kuta kemulihen. Eh, tak taunya muncul lagu Batak Inang sebagai backsoundnya. Lngsung tak soor lagi aku melihat gambar-gambar Taneh Karo. Orang memang bukan itu lagunya,” tutur Unjuk.

//

//