Aqua Dan Warga Doulu (bagian
Ide pun semua saya keluarkan termasuk salah satu adalah mengembangkan parawisata di Desa Doulu termasuk mengaktifkan kembali Pemandian Lau Sidebuk-debuk. Untuk Program ini, kami akan memberdayakan anak-anak muda setempat. Arahnya adalah membangun Doulu dan Rajaberneh menjadi desa pariwisata.
Dua minggu lalu, Posman Surbakti menemui saya kembali dan dia mengatakan MOU dengan Yayasan SOI akan ditandatangani segera setelah Lebaran. Karena mereka selama ini tidak mempedulikan keperluan masyarakat desa, Kepala Desa menganggap orng-orang ini datang untuk pembodohan penduduk desa.
Kemarin saya datang untuk mengajar lagi dan bertemu lagi dengan Pak Amos Ginting. Beliau memberitahu saya bahwa dia sudah diundang untuk menghadiri rapat dengan SOI. Beliau tidak menghadiri undangan tersebut. Menurut Kepala Desa, undangan itu adalah untuk menandatangani persetujuan MOU yang dia sendiri tidak tahu apa isinya. Rencananya akan ditandatangani tanggal 20 Agustus ini, akan dihadiri oleh Pemda dan Bupati Karo. Mengapa Kepala Desa keberatan? Menurut dia orang-orang Medan yang datang ke desa ini cuma mau membodohi mereka.
Tahun lalu, mereka memberi 50 anak ayam kepada setiap keluarga. Tahun ini anak-anak desa disuruh membersihkan sungai petani dengan imbalan setengah bungkus nasi (porsi anak). Ini saya lihat sendiri. Dengan cuaca buruk dan dingin serta pakaian yang basah setengah porsi di Medan tidak akan mengenyangkan bagi anak-anak SD/SMP. Sesudah bersih-bersih mereka datang lagi membuat sebuah kolam ikan lele dan peternakan madu. Untuk ini, tidak semua warga desa yang dilibatkan. Ini membuat penduduk Desa Dolu jadi terbelah. Kepala Desa menghubungi kepala CSR Aqua yang baru yang bernama Erson Siringo-ringo dengan meminta data secara lisan tentang proyek yang pernah didanai Aqua sebelumnya.
Berita Terkait: Aqua dan Warga Doulu (Bagian 1) // //