Aqua Dan Warga Doulu (bagian — Sorasirulo
Sorasirulo

Aqua Dan Warga Doulu (bagian

Aqua Dan Warga Doulu (bagian
Oleh: Herlina Surbakti (Medan) Sementara, kelas bahasa Inggris pun terus berlangsung. Kira-kira sebulan yang lalu ada seorang penduduk Desa Doulu yang bernama Posman Surbakti datang kepada saya di rumah kepala desa. Dia menanyakan program apa saja yang akan kita lakukan.

Ide pun semua saya keluarkan termasuk salah satu adalah mengembangkan parawisata di Desa Doulu termasuk mengaktifkan kembali Pemandian Lau Sidebuk-debuk. Untuk Program ini, kami akan memberdayakan anak-anak muda setempat. Arahnya adalah membangun Doulu dan Rajaberneh menjadi desa pariwisata.

Dua minggu lalu, Posman Surbakti menemui saya kembali dan dia mengatakan MOU dengan Yayasan SOI akan ditandatangani segera setelah Lebaran. Karena mereka selama ini tidak mempedulikan keperluan masyarakat desa, Kepala Desa menganggap orng-orang ini datang untuk pembodohan penduduk desa.

Kemarin saya datang untuk mengajar lagi dan bertemu lagi dengan Pak Amos Ginting. Beliau memberitahu saya bahwa dia sudah diundang untuk menghadiri rapat dengan SOI. Beliau tidak menghadiri undangan tersebut. Menurut Kepala Desa, undangan itu adalah untuk menandatangani persetujuan MOU yang dia sendiri tidak tahu apa isinya. Rencananya akan ditandatangani tanggal 20 Agustus ini, akan dihadiri oleh Pemda dan Bupati Karo. Mengapa Kepala Desa keberatan? Menurut dia orang-orang Medan yang datang ke desa ini cuma mau membodohi mereka.

Tahun lalu, mereka memberi 50 anak ayam kepada setiap keluarga. Tahun ini anak-anak desa disuruh membersihkan sungai petani dengan imbalan setengah bungkus nasi (porsi anak). Ini saya lihat sendiri. Dengan cuaca buruk dan dingin serta pakaian yang basah setengah porsi di Medan tidak akan mengenyangkan bagi anak-anak SD/SMP. Sesudah bersih-bersih mereka datang lagi membuat sebuah kolam ikan lele dan peternakan madu. Untuk ini, tidak semua warga desa yang dilibatkan. Ini membuat penduduk Desa Dolu jadi terbelah. Kepala Desa menghubungi kepala CSR Aqua yang baru yang bernama Erson Siringo-ringo dengan meminta data secara lisan tentang proyek yang pernah didanai Aqua sebelumnya.

Jawabannya adalah tidak ada data. Sebelum Erson Siringo-ringo, jabatan ini diduduki oleh Johnson Hutabarat. Seperti rencana kepala desa semula, bantuan ini akan jauh lebih positif kalau sumber daya manusianya juga ditingkatkan dan dana itu bukan menjadi ajang korupsi oleh orang-orang yang terlibat. Menurut kepala desa, Aqua sudah meneluarkan uang yang banyak untuk Desa Doulu dan demikian juga sebaliknya Aqua sudah memperoleh uang yang banyak dari desa mereka, tetapi tidak ada proyek yang membekas bagi penduduknya.

Satu lagi yang diinginkan oleh Kepala Desa, anak-anak Desa Doulu bisa dididik dan dilatih supaya dapat bekerja di perusahaan di kampungnya sendiri dan tidak didominasi oleh orang luar Taneh Karo. Jadi, tidak masalah siapapun yang mengelola asal transparan keuangannya dan proyek ini bermanfaat bagi warga Dolu dan Rajaberneh (Selesai).

Berita Terkait: Aqua dan Warga Doulu (Bagian 1) // //