Karnaval Mamre Gbkp Keliling Kota Medan — Sorasirulo
Sorasirulo

Karnaval Mamre Gbkp Keliling Kota Medan

Budaya ·
Karnaval Mamre Gbkp Keliling Kota Medan
ALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Karnaval Mamre GBKP keliling Kota Medan yang berlangsung semarak. Sepuluhan mobil hias dengan nuansa kebudayaan Suku Karo turut ditampilkan pada pegelaran karnaval ini.

Sejumlah tokoh juga tampak hadir dalam pelepasan mobil karnaval, diantaranya anggota DPRDSU Baskami Ginting, Ketua DPRD Kota Medan Hendry Jhon Hutagalung, mantan anggota DPRDSU Taufan Agung Ginting, dan sejumlah tokoh lainnya.

Pelepasan mobil karnval dilangsungkan di Kantor Klasis GBKP Medan Delitua Jl. Jamin Ginting Kompleks Pamen, Padangbulan (Medan Baru), sekitar 15.00 WIB. Sebelum acara pelepasan dilaksanakan, tampak juga diadakan kebaktian singkat dibarengi kata sambutan dari panitia.

Meski hujan sempat mengguyur sebelum acara pelapasan, hal itu tidak mengurangi antusiasme peserta yang masing-masing berasal dari berbagai Runggun dan Klasis se-GBKP. Sejumlah pemusik yang berada di atas truk yang dipersiapkan oleh pihak panitia juga tetap tampak semangat memainkan peralatan musiknya, meski keberadaan mereka harus ditutupi dengan tenda.

Dalam kesempatan yang sama, mantan anggota DPRDSU Taufan Agung Ginting yang sempat diminta tanggapannya oleh Sora Sirulo terkait acara karnaval Mamre GBKP mengatakan, kegiatan ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah yang dilaksanakan oleh Mamre GBKP. Bahkan, menurut Taufan Agung lagi, bukan cuma pihak GBKP, namun secara umum masyarakat Karo juga tidak pernah lagi melaksanakan acara seperti ini di Kota Medan dalam kurun puluhan tahun belakangan.

"Pada tahun 1960an masyarakat Karo memang kerap melakukan acara karnaval di Kota Medan. Saat itu para Aron Karo melaksanakan acara karnaval dengan cara menarik lige-lige . Lige-lige ini merupakan kenderaan kebesaran Karo tempo dulu yang berbentuk mirip rumah si empat ayo bertingkat-tingkat terbuat dari kayu, beratap ijuk dan dilengkapi dengan beberapa roda kayu," ujarnya.

Dengan diadakannya kegiatan karnaval oleh Mamre GBKP ini, Taufan Agung juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat Karo agar hal ini dapat dijadikan sebagai perenungan.

"Kegiatan ini tentu dapat dijadikan sebagai perenungan bagi kita masyarakat Karo di Kota Medan mengapa kegiatan yang demikian baru dapat terlaksana pada tahun 2014. Padahal, masyarakat Karo generasi sebelumnya kerap melaksanakan kegiatan yang demikian di tahun 1960-an," ujarnya mempertanyakan.

Seperti diketahui, acara Karnaval Mamre GBKP ini merupakan kegiatan dalam rangka menyambut Natal Mamre Sinodal Se-Indonesia yang akan dilaksanakan di Pardede Hall Medan mendatang. Adapun rute karnaval meliputi Kantor Klasis GBKP Medan Delitua KM 4,5 di Kompleks Pamen, Jln.Jamin Ginting - Jln. Mongonsidi - Jln, Juanda - Jln, B. Katamso - Lapangan Merdeka - Jln, Guru Patimpus - Jln, Gatot Subroto - Tomang Elok - Jln. Setia Budi - Simpang Selayang - Jln. Jamin Ginting - Kantor Klasis GBKP Medan Delitua di Komplek Pamen.Bovenkant formulier. // //