Karo, Berhentilah Menjadi
Kita kalak karo mulailah berhenti menjadi pengeluh. Mulailah mengejar bola. Kadang kita kerap berasumsi bahwa "angkana nge ukurku ". Bayangkan jika semua manusia berfikir seperti itu, kapan semua hal dapat terselesaikan tanpa argumentasi?
Tidak jamannya lagi menjadi "permenek ". Buanglah sifat "pergelut ". Mulailah dengan berfikir positif, bertindak positif dengan tujuan yang positif pula. Tempatkanlah budaya "mecek pusuh " pada tempat yang semestinya.
Ketegasan adalah anak tangga pertama menuju kemandirian. Keterbukaan adalah pintu awal kedamaian. Dapat dipimpin adalah kunci menjadi pemimpin.
Lalu, apalagi?
Apakah kita cukup puas dengan keadaan sekarang? Kalau iya, sepatutnya kita berterimakasih. Kalau tidak, sepatutnya pula kita berusaha lagi karena hanya kitalah yang memahami sampai batas mana tujuan kita. Tak seorang lain pun yang lebih memahaminya daripada kita sendiri. Hanya kita sendiri yang mengerti jore seperti apa yang kita mau.
Bagaimana kita tahu kalau si A enggo jore , si B enggo jore ? Semua masih konon katanya.
Atau barangkali malah mereka yang menganggap kita jore ? Dengan bekerja 25 jam sehari, itupun tidak cukup untuk mereka sedangkan kita, tidur malam kita yang masih Pkl. 23.00 pun kita sudah melewati mimpi sebanyak 8 episode.
Bukankah semcam itu juga yang menjadi impian mereka?
Mari kita tata ulang konsep hidup dan konsep berfikir kita. Tetap semangat. ajar bancina . Maju terus kalak Karo.
Salam mejuah-juah kita kerina //