Kefasihan Abad — Sorasirulo
Sorasirulo

Kefasihan Abad

Ekonomi Pendidikan ·
Kefasihan Abad
Oleh: Herlina Surbakti (Medan)

Setelah anak didik menemukan jati diri mereka sebagai kalak Karo, anak anak tersebut seharusnya diajari oleh guru-guru yang kompeten untuk mempelajari kefasihan-kefasihan Abad 21. Semua kefasihan Abad 21 yang dipelajari dalam konteks “the Digital Citizen” menggunakan prinsip-prinsip kepemimpinan, etika, akuntabilitas, tanggungjawab fiskal, kesadaran lingkungan, kewarganegaraan Indonesia/ Global dan tanggungjawab pribadi.

Kefasihan mencari Solusi Kefasihan mencari Solusi adalah kemampuan berpikir kreatif untuk memecahkan masalah secara real time dan dengan jelas mendefinisikan masalah, merancang solusi yang tepat, menerapkan solusi dan kemudian mengevaluasi proses dan hasilnya.

Ini adalah tentang keseluruhan otak yang berpikir - kreatifitas dan pemecahan masalah yang diterapkan secara real time. Ada 6 langkah penting yang harus diambil, yaitu: 1. Mendefinisikan masalah, karena Anda perlu tahu persis apa yang harus Anda lakukan sebelum Anda mulai melakukan sesuatu. 2. Mencari sejarah permasalahan untuk menyediakan konteks. 3. Menghayal, membayangkan masa depan dengan masalah yang terpecahkan. 4. Mendesain solusi Anda secara bertahap melalui analisis kesenjangan dari penentuan cita-cita. 5. Mengantarkan hasil. Dilengkapi oleh publikasikan solusi Anda. 6. Menjelaskan kembali dan kepemilikan asuh, dengan terlibat dalam evaluasi proses pemecahan masalah. Kefasihan Informasi Kefasihan Informasi adalah kemampuan untuk secara tidak sadar dan dengan intuitsi menginterpretasikan informasi dalam segala bentuk dan format untuk mengekstrak pengetahuan yang penting, otentikasi, dan merasakan arti dan signifikansi.

Ada 5 langkah dalam proses ini, yaitu: 1. Ajukan pertanyaan yang baik, untuk mendapatkan jawaban yang baik. 2. Akses dan ambil materi dari sumber-sumber informasi digital yang tepat, yang sebagian besar grafis dan audiovisual. 3. Analisa dan mengotentikasi dan mengatur bahan-bahan, dan membedakan antara baik dan buruk, fakta dan opini. Memahami bias dan menentukan apa yang tidak lengkap untuk mengubah data mentah menjadi pengetahuan yang dapat digunakan. 4. Terapkan pengetahuan pada masalah dunia nyata atau simulasi penuangan visi ke dalam praktek.

5. Evaluasi produk dan proses, yang telah dipraktekkan oleh guru dan siswa.

Kefasihan Kolaborasi Kefasihan Kolaborasi adalah kecakapan kerja di dalam tim yang telah mencapai kemampuan bawah sadar untuk bekerjasama dengan mitra virtual dan nyata dalam lingkungan online untuk membuat produk digital asli. Interaksi virtual melalui situs jaringan sosial dan domain game online telah menjadi bagian dari Generasi Digital dan kehidupan sehari-hari. Kami berinteraksi dengan orang di seluruh dunia dengan teknologi komunikasi elektronik dan nirkabel. Hal ini diartikan secara harfiah sebagai "kematian jarak", yang memiliki potensi besar bagi pendidikan.

Sebagai contoh, siswa belajar tentang perang saudara dapat berbicara dengan anak-anak di Kosovo atau Irak atau Afghanistan. Siswa belajar bahasa asing bisa bekerja sama dengan penutur asli bagi yang belajar bahasa Inggris. Siswa bisa bekerja dalam kemitraan virtual pada proyek-proyek dengan anak-anak dari seluruh kota atau di seluruh dunia.

Kefasihan Kreatifitas Kefasihan kreatifitas adalah proses dimana kemampuan artistik menambah arti pada desain, seni, dan menceritakan sebuah cerita. Ini dianggap bentuk lain selain fungsi, dan prinsip-prinsip desain inovatif dikombinasikan dengan kualitas fungsi produk.

Kefasihan Kreatif melampaui keterampilan kreatif visual, menggunakan imajinasi untuk menciptakan cerita, sebuah praktek yang sangat diminati dalam banyak sisi dari perekonomian saat ini. Hal yang secara luas dianggap oleh banyak industri adalah pikiran kreatif akan menghasilkan solusi yang kreatif..

Ada nilai yang sangat besar dalam ciptaan dasar benda-benda yang artistik yakni agar dapat melampaui fungsi.

Kefasihan Media Ada dua komponen pada Kefasihan Media.

Pertama, kemampuan untuk melihat secara analitis pada setiap media komunikasi untuk menafsirkan pesan nyata, bagaimana media yang dipilih yang sedang digunakan untuk membentuk pemikiran, dan mengevaluasi efektivitas pesan.

Ke dua, untuk membuat dan mempublikasikan produk digital asli, media yang cocok untuk pesan yang dimaksud dengan menentukan media yang paling tepat dan efektif bagi pesan itu. Kita hidup di dunia multimedia, dan di dunia visual interaktif, anak-anak kita harus mampu membuat dan mempublikasikan produk digital asli yang dapat mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan sama efektifnya dengan mereka dapat dengan teks. Idenya adalah untuk menantang peserta didik untuk menciptakan produk-produk digital yang mencerminkan pemahaman mereka tentang konten, mengembangkan keterampilan teknis dan menyediakan untuk mereka prinsip-prinsip pemberdayaan desain grafis.

Catatan: Ada dua jenis “the Digital Citizen”: 1. The Digital Native- anak yang sudah mengenal digital sejak usia dini, 2. The Digital Foreign-orang yang belajar Digital sesudah dewasa.

//