Kolom Ita Apulina Tarigan: Teori — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Ita Apulina Tarigan: Teori

Budaya ·
Kolom Ita Apulina Tarigan: Teori
Teori himpunan dalam Matematika baru berkembang sekitar abad 19. Sekarang, himpunan disebut sebagai dasar Matematika, sejak sekolah dasar sudah diajarkan. Teori himpunan dianggap sebagai dasar yang membangun hampir semua aspek dari matematika dan merupakan sumber dari mana semua matematika diturunkan.

Kali ini, teori himpunan kita pinjam untuk menjelaskan soal sistem sosial. Beberapa hari ini, tiba-tiba entah bagaimana jalan ceritanya, yang tidak suka KBB (Karo Bukan Batak, red.) tiba-tiba menumpahkan ketidaksukaannya dengan berbagai versi. Dari yang tidak jelas, sedikit jelas, halus, kasar, dlsb. Salah satu yang menarik bagi saya adalah ketika yang tidak setuju mencampurkan adukkan soal KBB dengan masalah pribadi dengan masalah nasional.

Manusia modern sekarang, termasuk Karo kini hidup dalam multi sistem sosial. Hidup tidak hanya sebagai anggota masyarakat Karo, juga hidup sebagai anggota masyarakat Indonesia, sekaligus hidup sebagai anggota masyarakat agama yang dianutnya, sekaligus juga warga dunia, dan kalau sudah ada bumi lain juga termasuk anggota galaksi kita. Dalam teori himpunan bisa digambarkan dalam bentuk diagram Venn entah gabungan, irisan, subset, dlsb. Campuran Karo dengan Batak?[/one_third]

Apa artinya anggota dari sebuah sistem sosial? Menjadi anggota sistem sosial berarti kita hidup dan mengikuti nilai-nilai yang ada di dalam sistem sosial masyarakat itu. Misalnya, kita adalah anggota masyarakat Karo, kita terikat dan mengikuti nilai-nilai masyarakat itu. Menjadi anggota sistem sosial suatu agama, tentu anggota terikat dengan aturan agama itu. Ketika seorang Karo, terikat dengan nilai-nilai Budha, apakah dia bukan lagi orang Karo? Atau, ketika orangtuanya adalah campuran Karo dengan Batak apakah dia bukan lagi orang Karo?

Kembali ke diagram himpunan tadi, tentu ada anggota suatu himpunan adalah anggota himpunan lainnya. Di dalam area gabungan beberapa himpunan, sistem yang mengikatnya adalah sistem himpunan gabungan itu. Ketika seseorang berada dalam sistem sosial Karo, yang mengikatnya adalah nilai-nilai Karo. Bahkan, anggota suatu himpunan menjadi anggota himpunan lainnya tetap jelas asalnya dari mana. Ada notasi yang menjelaskan kenapa anggota A bisa dianggap sama dengan B, atau bahkan sama sekali tidak ada keterikatan.

Mudah-mudahan penjelasan ini bisa membantu menerangkan universalnya manusia, sekaligus khusus. Khusus berarti berbeda, tidak sama. TIDAK SAMA. Unity in diversity!