"Rachmawati sebut Megawati dan NasDem dekat dengan asing” (Merdeka.com Rabu 6 Agustus 2014). "Wakil Badan Pemenangan Pemilu PDIP Mayjen (Purn) Tubagus Hasanuddin miris dengan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan negara Indonesia merupakan negara totaliter, fasis dan komunis. ”(Merdeka.com Rabu 6 Agustus 2014).
Rachmawati bilang ’dekat dengan asing’, bisa ditanggapi sangat bagus dari segi pembelajaran bagaimana kedekatan Megawati dan Nasdem dengan asing. Kalau kedekatan itu negatif merugikan negeri kita, tentu semua atau setidaknya mayoritas rakyat akan mendukung Rachmawati. Tetapi, ada satu perubahan dalam perkembangan dunia, bahwa ’kedekatan dengan asing’ di era Soeharto atau era dua blok, jelas apa maksudnya dan akibatnya yang sangat negatif bagi kebebasan NKRI.
Sekarang, ’kedekatan dengan asing’ sepertinya bisa jadi keharusan jangan sampai terisolasi seperti China pada era dua blok. NKRI butuh dan bahkan harus ’dekat dengan asing’. Artinya, dengan semua negara asing yang mau bekerjasama dengan negeri kita dalam rangka perkembangan ekonomi, teknik, kultur, pendidikan, maupun ilmu pengetahuan lainnya. Kalau tak bikin kedekatan akan payah sendiri.