Kolom M.u. Ginting: Hamzah, Pln Dan Negeri — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Hamzah, Pln Dan Negeri

Ekonomi Hukum ·
Kolom M.u. Ginting: Hamzah, Pln Dan Negeri

Mengangkat orang yang diragukan seperti Chandra M. Hamzah jadi pejabat penting di PLN merupakan soal penting dan fatal bagi kelanjutan hidup perusahaan negara itu. Perusahaan negara di mana saja umumnya berjalan tanpa dirasakan oleh rakyat banyak (publik). Yang cepat dirasakan dan disedari ialah kalau tak jalan, seperti ’giliran mati lampu’. Tetapi apakah ada kaitannya dengan penggelapan duit oleh macam-macam pejabat di berbagai segala tingkat biasanya tak diketahui oleh publik.

Seperti contoh Hamzah ini, tak banyak yang tahu latar belakangnya atau masih tersangkut persoalan korupsi. Kemungkinan juga ada kalau Jokowi tidak tahu atau belum dapat infonya. Apalagi ini terjadi di era SBY dan sekarang mestinya diperjelas bukan malah pura-pura tak tahu dan ditanam begitu saja persoalannya.

Kalau publik tidak merasakan apa yang terjadi dan berjalan tiap harinya di PLN maka sebaliknya orang-orang berkuasa di PLN melihat, merasakan dan mengerjakan tiap hari proses yang terjadi, termasuk sangat memperhatikan celah-celah yang ’bermanfaat’ bagi pribadi tiap pejabat. kebiasaan publik yang tidak merasakan apa yang terjadi di PLN[/two_third]

Ini hanya naluri alamiah manusia, terutama bagi orang yang memang sudah punya masalah tadinya. Menggunakan tiap kesempatan yang ’bermanfaat’ juga naluri alamiah manusia. Kesempatan ini terbantu juga oleh kebiasaan publik yang tidak merasakan apa yang terjadi di PLN kecuali giliran gelapnya. Tetapi, inipun sudah menjadi kebiasaan saja, atau rakyat sudah jadi apatis saja. Bedanya sekarang ialah di era internet ini semua kejadian itu bisa disiarkan dan bisa dibaca banyak orang sehingga ’keamanan’ pihak pelaku tak begitu terjamin lagi seperti era lalu tanpa internet apalagi di bawah pemerintahan diktator kayak Soeharto.

Soal Hamzah memang harus diselesaikan lebih dahulu dan baiknya memang demikian sebelum dia diangkat jadi pejabat yang akan menentukan perkembangan PLN.

Salah satu persoalan abadi PLN yang diketahui oleh publik ialah giliran gelapnya, sudah begitu sejak era kemerdekaan, bahkan giliran gelap ini tak ada di era kolonial. Begitu juga kalau mau pasang listrik bukan main rumitnya, sepertinya dengan sengaja dibikin rumit. Karena naluri duit tadi?

Apa yang diperlukan sekarang ialah supaya berita dan info soal-soal PLN, pejabatnya dan penggelapan/korupsi di situ harus selalu disebarluaskan supaya semua orang tahu dan kasih pendapat. Persoalan pembodohan rakyat di PLN jadi diskusi umum, dialog dan debat ilmiah yang sangat bermanfaat bagi perkembangan PLN dan nation negeri ini secara umum.

Jika diam saja tak akan ada perubahan. // //