Kolom M.u. Ginting: Jonru — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Jonru

Kolom ·
Kolom M.u. Ginting: Jonru

Jonru Ginting tipikal Karo, ada emosi Karo padanya. Bedanya ialah Jonru berusaha mengatasi dan berusaha mengembangkan dirinya dalam semua situasi yang bikin emosi, seperti bullying yang dialaminya di FB.

Ada yang bikin polling penutupan dan pemboikotan FB Jonru. Kritiknya terhadap Jokowi telah bikin simpati banyak dan juga antipati. Kritik terhdapa Jokowi terutama karena dia Presiden RI sekarang adalah tema yang sangat populer luar biasa saat ini.

Ketika saya tulis di Kompasiana tema ’Kritik Kerhadap Jokowi ’, dalam waktu berberapa jam sudah ada pembaca ratusan orang, sangat beda dengan tulisan-tulisan saya sebelumnya. Saya jadi berpikir mengapa demikian cepat populer? Sebab utama ialah ’kritik’ tadi, karena pro kontra akan langsung banyak dengan terbaginya RI dalam situasi KMP dan KIH.

Dalam tema ’Kritik Terhadap Jokowi’ di atas, kelihatannya yang diutamakan pembaca (umumnya KMP) ialah kritiknya dan terhadap Jokowi, sedangkan dalam tema itu saya mementingkan kritik sebagai pendorong perubahan dan perkembangan, sebagai bagian penting dari dialog, diskusi dan debat.

Tetapi maksud utama ini kelihatannya tak terikut atau tak terbaca ketika membaca artikel itu. KMP melihatnya sebagai kritikan saja dan dianggap positif bagi mereka, begitu juga KIH menganggap negatif saja. Keduanya melihat menurut naluri masing-masing yang sudah ditetapkan menurut kepentingan politik masing-masing pula. Dalam artikel itu a.l. saya tulis:

”Tanpa kritik seorang pemimpin akan membusuk, pikiran maupun sikapnya, sudah terjadi pada Soeharto dan pemerintahannya. Dan kejadian seperti ini pasti merugikan kepentingan seluruh nation. Dengan kritikan ini pemerintah Jokowi dan Jokowi sendiri pastilah bisa melihat dimana salahnya dan benarnya sehingga bisa bikin perbaikan. Itulah kontradiksi sebagai tenaga penggerak perubahan dan perkembangan. Kontradiksi tercermin dalam kritikan, diskusi dan debat.” // //