Kolom M.u. Ginting: Kbb, Zona Aman Dan
Tadi pagi saya mendengar seorang guru besar dari salah satu universitas mengatakan dia tidak lagi memberikan kuliah seperti 20 tahun lalu. “Apa yang saya kuliahkan, mahasiswa bisa baca sendiri. Tiap orang bisa mencari bahannya atau bukunya di perpustakaan atau dengan menggoogle di internet,” katanya.
"Bagi para aktivis KBB sendiri dari waktu ke waktu tampak makin matang dan kuat dalam argumen-argumen mereka dengan data dan fakta-fakta yang relevan dalam mendukung KBB," kata Robinson G. Munthe.
Inilah perubahan itu. Hebat memang aktivis KBB. Mengapa bisa mencapai perubahan yang begitu pesat? tegas meninggalkan zona aman [/one_third]
Tentu karena semakin banyak orang Karo terutama anak-anak mudanya dengan suka rela dan ada yang dengan tegas meninggalkan zona aman tadi. Dan, yang lebih dahsyat lagi ialah bukan hanya meniggalkan zona aman itu, tetapi juga kita telah berusaha mengubah zona aman itu menjadi satu LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PENCERAHAN bagi suku Karo dan juga bagi suku-suku lainnya. Kita tidak berusaha meninggalkan tetapi malah berusaha mendalami dan mengembangkan.
Zona aman yang tidak menyambut Jokowi dengan ucapan Mejuah-juah atau tidak mengganti B dalam GBKP, kita sikapi dengan sopan santun, menganalisa dan mempelajarinya dari semua segi ilmu. Di situlah KBB dengan peranannya yang semakin dibutuhkan dalam perjuangan Karo sebagai etnis berdiri sendiri, satu culture entity yang sederajat dengan suku-suku lainnya.
Zona aman lainnya yang kita dulu sungkan meninggalkannya ialah MENULIS. Tetapi, inipun sudah banyak perubahan di kalangan orang Karo, sudah banyak yang menulis, pendek atau panjang, bagus atau tidak, benar atau tidak, dangkal atau mendalam, tetapi sudah banyak yang MENULISKAN. Meninggalkan zona aman satu ini penting bagi Karo untuk melahirkan atau bikin kreasi artinya bikin pembaruan.
Saya baca tulisan soal hierarki kebutuhan di www.sorasirulo.com . Hierarki ke 3 ialah soal 'kebutuhan sosial' atau Maslow tulis dengan istilah 'belonging needs' . Istilah ini lebih tepat karena menyatakan termasuk suku mana tiap manusia. Maslow seorang Yahudi, dia sangat terikat dengan keyahudian. Karena itu dia pakai istilah belonging needs .