Kolom M.u. Ginting: Referendum — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Referendum

Kolom M.u. Ginting: Referendum
Kemenangan di pihak “No” dengan kelebihan suara sekitar 400.000 suara. Jumlah ini sama banyaknya dengan orang Inggris yang tinggal di Skotland. The "No" side won with 2,001,926 votes over 1,617,989 for "Yes" . Peraturan yang sudah ada (dibikin oleh orang Inggris pastinya) ialah bahwa orang Skotland yang tinggal di Inggris tak boleh ikut memilih sedangkan orang Inggris yang tinggal di Skotland boleh memilih.

Sekitar 800.000 orang Skotland tinggal di Inggris.. Bayangkan kalau mereka ikut milih, tentu “Yes” akan jauh lebih besar. BBC menyindir peraturan ’lucu’ ini dengan mengatakan ’the fairest way to do things ’.

That means the 800,000 Scots who live in other parts of the UK were not able to vote, while the 400,000 people from elsewhere in Britain who live in Scotland were. All the main players agreed this was "the fairest way" to do things, the BBC says.”

‘The main players” di sini termasuk bos Partai Nasional Skotland Alex Salmond yang praktis menjabat sebagai ‘panglima perang kemerdekan’ kali ini. Apakah Alex Salmond tidak mengerti taktik licik Cameron ini? Tak masuk akal kalau dia tidak mengerti. Karena lebih masuk akal kalau dia sesungguhnya di pihak Cameron supaya Skotland tidak merdeka. Kalau dia memang memihak kemerdekaan Skotland mestinya lebih dahulu berusaha menentang atau mengubah lebih dahulu peraturan ’the fairest way’ itu. Mirip Pilkada Karo[/one_third]

Dia pasti tahu bahwa orang Inggris yang di Skotland pasti akan memilih ’No’ dan orang Skotland yang di Inggris akan memilh ’Yes’. Ini sangat mirip dengan Pilkada Karo lalu, bahwa orang Karo akan memilih calon Karo (Karo Jambi –Terkelin) dan pendatang orang-orang Batak di Karo akan memilih calon Karo-Batak Siti—Sagala. Begitu telah diprediksi dan begitu dalam kenyataan terlihat jelas ketika itu.

Setelah selesai Referendum, Alex Salmond malah bilang: “A no vote would mean it was off the agenda for a generation´. Dia sudah putus asa atau memutusasakan dirinya sambil mengubur gerakan independent seratus tahun ke depan termasuk mengubur dirinya sendiri menghilangkan jejak pengkhianatannya atas rakyat Skotland, supaya orang tak perlu ingat penipuannya dan persekongkolannya dengan kolonialis Cameron, atau kebodohannya kalau bisa dikatakan bodoh.

Selain orang Inggris yang tinggal di Skotland, golongan yang keras menentang kemerdekaan Skotland ialah dari pihak kelas elite perusahaan besar dan bank yang umumnya juga didominasi orang-orang Inggris di Skotland. Wall Street Journal langsung berkokok: Separatists Elsewhere Celebrate British Ballot Even as Scotland Votes 'No' .

Wall Street tidak mau menyelidiki mengapa ‘No’ menang. BBC sedikit lebih fair, berani menunjukkan apa adanya, termasuk yang tidak fairnya. Perjuangan untuk keadilan masih terus, tetapi semakin nyata. // //