Kolom M.u. Ginting: Revolusi
Perubahan situasi yang sangat cepat mengakibatkan perubahan pikiran yang juga cepat, dan bikin banyak bingung. Partai-partai umumnya sudah tak ada sandaran ideologi sehingga tak ada pegangan kokoh dan permanen. Mana yang menguntungkan saja dalam sekilas, atau 'pragmatis' dibilang sekarang.
Ini sangat terlihat dengan sikap berkoalisi. Hari ini dengan A, besok dengan B, berubah lagi, atau organisasinya pecah lagi, prosesnya sangat cepat. Tidak adanya pegangan dasar adalah juga tak terpisahkan dari proses perkembangan dunia yang memaksa orang yang tak berdasar untuk berdasar.
Artinya, dari dasar cari keuntungan sementara ke dasar keuntungan permanen kepentingan bersama kemanusiaan. Ini tuntutan perubahan pikiran karena perubahan zaman.
Di sini termasuk pilihan etnis Karo dalam hubungan dengan KBB. Karo sudah menentukan dan memilih dengan tegas siapa Karo sebagai etnis berdiri sendiri, punya kultur sendiri dan tertua di Indonesia (7400 tahun).
Sekiranya Karo masih ragu dan tak bisa menentukan siapa Karo, apakah dia Batak atau Karo, situasinya akan lebih bingung lagi dalam menentukan sikap siapa kawan dan lawan dalam ethnic competition yang tak terelakkan secara nasional dan dunia. Tetapi, sekarang Karo sudah menetapkan diri. Ada pegangan dasar sebagai suku Karo, sehingga tak lagi jadi soal bersaing dengan siapapun atau berkoalisi dengan siapapun, dan bisa cepat ambil keputusan.