Kolom M.u. Ginting: Situs Mendagri Dan Karo Bukan — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Situs Mendagri Dan Karo Bukan

Budaya Kolom ·
Kolom M.u. Ginting: Situs Mendagri Dan Karo Bukan
Di situs Mendagri bagian Provinsi SUMATERA UTARA, yang disebut ’Batak’ hanya ‘Batak Toba’. Selain Toba tak ada lagi Batak lain. Perubahan yang semakin sesuai dengan pencerahan KBB.

KBB (Karo Bukan Batak, Red.) membikin perubahan dan membikin persahabatan baru yang lebih jelas karena antara identitas yang jelas. Tak ada lagi kekaburan atau pengaburan. Persahabatan sejati hanya mungkin sesama identitas yang sejati pula, tak mungkin ada persahabatan sejati kalau identitasnya saja tidak jelas. Kalau identitasnya kabur atau dikaburkan berarti ada ’udang di balik batu’ atau ada agenda lain yang tersembunyi. Dan, ini bukan kejujuran.

Pembatakan Karo atau etnis-etnis lain bisa berbahaya dalam jangka panjang karena ada agenda terselubung tadi. Suku Karo tetap jadi tertutup tak dikenal selain Bataknya. Ini satu waktu bisa meledak. Persahabatan butuh kejelasan dan kejujuran.

Untuk menandingi ’hilangnya' istilah ’Batak’ ini diimbangi pula dengan ’lagu daerah’ adalah lagu Batak, seakan-akan lagu daerah Sumut adalah lagu Batak Toba saja. Jelas siapa yang ’mengarang’ tulisan di situs ini, atau siapa jadi penasihatnya dan siapa pula yang mengikutinya begitu saja. Biasanya orang (Jawa) Pusat yang tak ngerti daerah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sepintas atau pragmatis, kata kita sekarang. Kita tak perlu ada rasa benci atau sejenisnya, perubahan zaman sangat lebih cepat dari perubahan pikiran.. //

Seperti pada permulaan Reformasi, semua Presiden RI taunya di Sumut/Medan adalah Batak dan di Aceh adalah orang Aceh saja. Sampai GAM berhasil menipu Pusat bikin MOU Helsinki yang sepihak, seakan-akan tak ada Gayo, Alas, Tamiang, Singkil dan banyak lainnya. Pusat taunya hanya suku Aceh. Sekarang lebih banyak yang melek walaupun masih ada yang tak melek atau pura-pura tak melek.

Zaman sudah berlalu, tetapi sifat mempertahankan yang lama sebisa mungkin masih ada terus. Itulah keindahannya, termasuk MENGETAHUI semua jalan pikiran dan akal bulus yang masih ’bergelimpangan’ dalam mempertahankan yang lama.

Bagi KBB, sangat indah, karena kesempatan bikin PENCERAHAN yang bermanfaat bagi SEMUA. "Pencerahan dan Harapan", kata Sutradara Ginting. Pak Sutradara Ginting meninggalkan kata-kata indah bikin harapan indah bagi bangsa ini.