Kolom M.u. Ginting (swedia): Kekuatan Dalam
”Taneh Karo Simalem, menjadi target selanjutnya. Banyak tanah ulayat yang hilang dan menjadi milik pribadi atau korporasi, kenapa bisa terjadi? Tatanan budaya yang ada sudah luntur, disebabkan oleh apa? Tanpa kita sadari ada gerakan internal (tanpa disadari ikut membantu untuk menghilangkan kearifan lokal), gerakan eksternal orang-orang yang ingin menguasai wilayah Taneh Karo Simalem.” Dikutip dari tulisan Steven Amor Tarigan (SAT) di https://www.sorasirulo.com/2013/06/19/budaya-dan-lingkungan-apa-pentingnya-gerakan-karo-bukan-batak/ .
Karo dan kulturnya sudah ribuan tahun, adalah budaya tertua di dunia yang pernah ditemukan, http://www.setkab.go.id/nusantara-4750-tim-arkeologi-balar-temukan-fosil-berusia-7400-tahun-di-aceh-tengah.html . Sudah sekian lama pula Karo mengumpulkan dan menyimpulkan pengalaman hidup yang sangat luar biasa keakuratannya tergambar dalam bangunan arsiteknya, filsafat hidupnya dan dialektikanya. Artinya, dalam way of thinking dan way of life.
Mempertahankan kultur/ budaya Karo dan daerahnya adalah mempertahankan survival Karo.