Beranda / Mabuk Tuak, Ketua Okp Tewas Dibantai Ginting Mabuk Tuak, Ketua Okp Tewas Dibantai Ginting Budaya · 30 Desember 2014 IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Dipicu oleh mabuk tuak saat acara kibotan, Ketua PP Ranting Desa Rumah Mbacang (Kecamatan Namorambe), Benly Sembiring (38) tewas dibantai oleh tiga pemuda desa setempat masing-masing Candra Ginting (38), Jon Iskandar Ginting als Ondeng (25) dan Deni Ginting (25). Informasi diperoleh Soras Sirulo di lokasi menyebutkan, kejadian berawal di acara guro-guro aron Rumah Mbacang. Sebelum menonton gendang kibot di acara itu, Benly Sembiring terlebih dahulu minum tuak di salah satu warung tuak di Desa Lubang Ido yang terletak tidak jauh dari Rumah Mbacang. Ondeng Ginting juga berada di warung yang samas sedang minum tuak. Tidak diketahui pasti apa motifnya, tiba-tiba Benly Sembiring terlibat cekcok mulut dengan Ondeng Ginting. Tak lama setelah kejadian cekcok itu, usai minum tuak, Benly Sembiring memilih pulang ke rumahnya. Namun, Ondeng Ginting ternyata menyimpan dendam terhadap ayah beranak 3 ini meski warga di dalam warung telah melerainya. Ondeng kemudian memberitahu kepada saudaranya, Candra Ginting dan Deni Ginting. Begitu menerima laporan Ondeng Ginting, dengan membawa pisau tumbuk lada , ketiganya pun mendatangi kediaman Benly Sembiring di Desa Rumah Mbacang. Rumah Benly langsung dikepung. Selanjutnya, Ondeng pun memanggil-manggil nama Benly seraya menyuruhnya keluar untuk diajak berkelahi. istri Benly menyuruh korban keluar dari pintu belakang[/two_third] Karena Benly tak kunjung keluar, Ondeng pun memecahi kaca nako rumah korban. Melihat Ondeng berbuat anarkis, istri Benly menyuruh korban keluar dari pintu belakang. Namun, usaha Benly untuk menyelamatkan diri sia-sia. Begitu Benly keluar, Candra Ginting yang sedari tadi menunggu di belakang rumah korban langsung menampungnya. Tepat di samping kolam ikan lele milik korban, Candra langsung menikam ulu hati korban dengan pisau belati hingga bersimbah darah. Begitu melihat Benly roboh, ketiga pelaku langsung melarikan diri. Istri korban yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak minta tolong sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Akibatnya, acara guro-guro aron sempat terhenti sejenak. Tempat kejadian pun langsung dikerumuni warga. Anggota Polsek Namorambe yang menerima informasi langsung meluncur ke TKP. Selanjutnya, korban Benly dibawa ke RSU H. Adam Malik, Medan. Namun, di perjalanan menuju rumsh sakit, Benly akhirnya menghembuskan nafas terakhir. // // Iklan