Melaka, Kota
Mengapa saya niat sekali ke Melaka? Ceritanya panjang, tetapi singkatnya sejarah kuno Karo dan Sumatera terkait erat dengan Melaka, termasuk intrik-intrik di selat paling ramai di Asia yang bergelar sama dengan kota ini. Itu semakin memantapkan hati berkunjung, ditambah mendapat tiket promosi dari Tiger Mandala, hanya Rp 800 ribu Surabaya – Kuala Lumpur, pp.
Baiklah, kita mulai perjalanan di Melaka, sebuah negeri yang kaya yang merupakan kota penting di Asia pada abad 15. Melaka pernah disinggahi oleh Laksamana Ceng Ho dari China pada 1409. Dia mencatat tentang sebuah kota yang didirikan oleh Raja Parameswara. Berbenteng kayu yang kuat dan mempunyai 4 pintu. Kota ini adalah Bandar perdagangan yang ramai, Sungai Melaka adalah jalur lintas utama dari laut ke darat, termasuk membawa barang-barang dagangan.
Di tahun 1511, melalui sebuah pertempuran yang hebat Portugis menaklukkan kota ini. Laksamana Alfonso de'Albuquerque tidak hanya menaklukkan tetapi menghancurkan kota ini, sehingga kemudian dia merencanakan seluruh kota dibangun dari batu. Kemudian dia membangun kota di atas bukit yang dinamai A Fomosa yang artinya Kota Yang Termasyur. Reruntuhan gerbang kota ini dapat ditemui di kaki Bukit St. Paul yang disebut 'Porta de Santiago'. Gereja St. Paul[/caption]
Tiga hari belumlah cukup di Melaka. Mudah-mudahan masih ada waktu untuk berkunjung kembali.