Beranda / Merkel Ancam Putin Soal Krim Merkel Ancam Putin Soal Krim Ekonomi Hukum · 9 Maret 2014 LORETA KAROSEKALI. AMSTERDAM. Kembali pertemuan diplomatik tidak menghasilkan apa-apa terkait keadaan di Krim (Ukraine). Siang tadi , berlangsung pembicaraan antara Putin dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan PM Inggris David Cameron. Dalam pembicaraan ini, Putin mengulangi lagi pernyataannya bahwa Rusia sejauh ini sama sekali belum melanggar hukum internasional. Dia menekankan perihal keinginan parlemen Krim mengadakan referendum menentukan apakah memilih tetap sebagai bagian Ukraine atau menjadi bagian Rusia. Merkel mengingatkan Putin bahwa referendum ini melanggar hukum internasional. Selanjutnya Merkel menyampaikan kekecewaannya atas tidak adanya komite internasional yang menjembatani penyelesaian masalah di Krim. Dia juga mengancam akan mendorong pembuatan sanksi dari Uni Eropah bila tetap tidak ada penyelesaian. Sementara itu, pemerintah Ukraine yang baru telah menutup saluran uang ke Pemerintah Daerah Krim. Menurut Wakil PM Ukraine Temirgalijev, simpanan bank mereka telah dibekukan sehingga daerah otonom Krim tidak lagi memiliki dana untuk melangsungkan pemerintahan. Adapun Pemerintah Daerah Krim telah meminta dukungan ke Moskow untuk memberlakukan peredaran mata uang Rusia roebel di Kepulauan Schier. Minggu depan akan diadakan referendum untuk menentukan apakan Krim tetap sebagai bagian Ukraine atau menjadi bagian Rusia. Menurut Menteri Luar Negeri Belanda, Frans Timmerman, kepada wartawan di Den Haag kemarin , diharapkan referendum tidak jadi dilaksanakan karena mendapat tantangan keras dari dunia internasional. Kemungkinan besar Kanselir Jerman Angela Merkel akan memboikot Pertemuan G8-Top di Rusia Juni nanti bila referendum memang betul dilaksanakan. Sementara itu, didapat kabar bahwa PM Ukraine Jatsenjoek akan mengadakan kunjungan ke Amerika Serikat minggu depan untuk menjelaskan keadaan saat ini di Ukraine. Belum didapat kejelasan dengan siapa saja Jatsenjoek akan berbicara. Namun, yang pasti, dia akan mengadakan berbagai pertemuan di Amerika Serikat. // Iklan