Petisi Online "mejuah-juah" Untuk Sapaan Khas — Sorasirulo
Sorasirulo

Petisi Online "mejuah-juah" Untuk Sapaan Khas

Petisi Online "mejuah-juah" Untuk Sapaan Khas

BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Sejumlah warga Karo Sedunia yang tergabung di berbagai situs jejaring sosial mendesak Pemerintah Kota Medan agar sapaan salam khas Suku Karo, yaitu Mejuah-Juah, dijadikan sebagai sapaan khas Kota Medan. Alasannya, Medan didirikan oleh putra Karo bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Keluarga Sibayak Lau Cih (Sibayak Siput) yang sebagian wilayahnya menjadi bagian Kota Medan[/caption]

Desakan ini disampaikan melalui Petisi Online yang telah ditandatangani oleh puluhan warga Karo. Adapun tujuan dari petisi adalah agar ciri khas suku Karo dapat kembali mengemuka di Kota Medan. Selama ini, ikon Kota Medan yang didirikan oleh seorang putra Karo sudah jauh dari simbol-simbol Kekaroan.

"Menelisik bahwa Suku Karo adalah pendiri Kota Medan, seharusnya suku ini mendapatkan prioritas utama sebagai putra daerah di Kota Medan, khususnya dari segi seni budaya. Namun, pada kenyataanya, ikon Kota Medan yang didirikan oleh seorang putra Karo, yaitu Guru Patimpus Sembiring Pelawi jauh dari harapan. Simbol-simbol suku Karo sudah tidak terlihat lagi di daerah ini," demikian petikan tulisan dalam petisi tersebut. //

Lebih lanjut, agar sapaan salam khas Mejuah-juah dapat diketahui masyarakat luas, melalui Petisi Online itu warga Karo mendesak Pemerintah Kota Medan agar menuliskan kata Mejuah-juah di berbagai tempat strategis di Kota Medan.

"Agar ciri khas suku Karo kembali mengemuka di Kota Medan, dengan ini kami masyarakat Karo Sedunia mendesak Pemerintah Kota Medan agar menulis sapaan salam khas Suku Karo, yaitu Mejuah-Juah di berbagai tempat strategis, sekaligus menjadikan kata Mejuah-juah menjadi sapaan khas Kota Medan," demikian tulisan di petisi itu.

Terkait keberadaan Petisi Online yang telah dibuat hari ini , berbagai dukungan positif telah mengemuka di situs jejaring sosial Facebook. Salah satunya datang dari Supriadi Purba, seorang warga Karo yang juga berprofesi sebagai penulis ini menggap usulan tersebut memang patut dan layak diusulkan sebagai bagian dari ajakan mengingatkan sejarah kepada masyarakat luas.