Beranda / Puisi: Anjing Puisi: Anjing Budaya Lingkungan · 1 Januari 2014 Oleh: Ita Apulina Tarigan Tiba-tiba aku teringatkan anjing kampung di jalanan kuta Berastepu Bulu-bulu tebal mereka kuyu disiram abu vulkanik Ada yang pasrah meletakkan kepalanya di lantai berdebu Ada yang tegak duduk, mata lesu Kecerian sepasang ayam remaja tidak mampu mengusik anjing-anjing Mereka mengawal kuta berdebu Meski takut dan sepi, bertahan setia menanti yang dirindukan Anjing-anjing kampung setiawan kadang mendongak bila Sinabung bergemuruh Meski lunglai tetap tak beranjak Katanya: akulah anjing penjaga dengan cinta yang tak pernah padam. Iklan