Puisi: Deritaku — Sorasirulo
Sorasirulo

Puisi: Deritaku

Oleh: Berty Milala (Perawang)

Waktu itu,

Usiaku 10 tahun

Hidup di tengah keluarga jauh di bawah miskin Miskin ekonomi, miskin kasih sayang dari seorang ayah Miskin pendidikan, miskin pergaulan Kawan seusia masih di dunia bermain Diriku sudah penuh tanggungjawab Bangun pagi memasak Ibu pergi ke ladang mengejar kerja Aku pergi sekolah Dengan pakaian seadanya Orang bersepatu diriku kaki ayam Orang bertas diriku bawa buku tanpa tas sekolah Pulang sekolah langsung ke ladang Makanan sudah dibawa ibu ke ladang Sore hari pulang ke rumah Menjunjung kayu api dan makananan ternak Tiba di rumah, mandi, masak Lalu, belajar sambil memasak makanan ternak Hari berganti minggu. minggu ke bulan, bulan berganti tahun Tamat SD, merantau keluar kampung Mencari orang Yang mau terima tenaga Imbalannya, mau menyekolahkanku ke SMP Puji Tuhan, ada satu keluarga mau terima Hari-hari aku di sana Mereka punya anak 3 Kelas 4 SD, kelas 1 SD dan yang kecil umur 4 tahun Pekerjaanya jual daging di Pekan Kaban jahe Rumahnya besar dan mewah Punya ternak lebih 100 ekor BABI Aku bangun jam 3 pagi Ikut memotong ternak tuk jual ke pasar Jam 6 pagi, masak dan mengemas adik-adik ke sekolah Sambil bersih-bersih rumah Baru, aku berangkat sekolah Pulang sekolah Makan, ke pasar, jualan hingga malam Usai jualan Ke rumah, makan di Kabanjahe Karena sekalian mengutip hasil penjualan daging Ke rumah jam 10 malam Tidur Dan bangun lagi jam 3 pagi Begitu selama 6 tahun Hingga tamatlah sekolahku, SMA Terimakasih saudaraku Berkatmu aku punya ijasah SMA Libur sekolah diriku tak pernah rasa indahnya pulang kampung Mereka bilang, waktu liburlah aku kerja untuk mereka Sungguh, aku tak pikir Kenapa bisa lewati ini, KAWAN.,,!!? Tamatnya diriku Jadi alasan pamit Kucoba uji nasib di Tanah RIAU ini Bekerja di sebuah perusahaan Ternyata Kebutuhan mereka yang pertama adalah TENAGA Jika kuat dapat hasil banyak Karena kerjanya borongan Akulah orangnya, pikirku Bangun pagi akulah jagonya Bekerja mengangkat beban akulah juaranya Ternak babi 80 kg kugendong Yahhh ..... Di sini, kertas masih menggunakan lori Hay.... hay .... 200 kg juga bisa kugeser Sahabatku, 2 tahun diriku karyawan borongan Tahun 98 sudah punya gaji 2 jt 500 sampai 3 jt Aku bagaikan di surga Orangtuaku yang dulu naik Sinabung Jaya Kini, dia datang ke Pekanbaru dengank bus Makmur "Ada TVnya," katanya, Hahaha ..... 2 kali dalam satu tahun Sungguh aku bangga dengan deritaku Kini aku bisa dewasa dalam penderitaan Deritaku bahagiaku // //