Sampah Karo Mulai — Sorasirulo
Sorasirulo

Sampah Karo Mulai

Sampah Karo Mulai
NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Puluhan truk pengangkat sampah dan alat berat dari Dinas PU Kabupaten Karo diterjunkan untuk membersihkan tempat-tempat yang beberapa hari terakhir ini ditimbuni oleh sampah yang sempat meresahkan masyarakat sekitar maupun orang-orang yang melintas dari dan ke tempat-tempat di luar Kabupaten Karo.

Pengangkutan sampah ini dipimpin langsung oleh Bupati Karo (Kena Ukur Surbakti) didampingi oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Mesti Bangun), Kepala Dina Pekerjaan Umum (Chandra Tarigan), Kepala Dinas Perhubungan (Lesta Karo-karo), dan Kakan Satpol PP (Edi Katana). Dimulai sejak Selasa hingga Rabu kemarin.

Tumpukan sampah yang terbanyak terdapat di sepanjang Jl. Jamin Ginting, Berastagi, dan Pusat Pasar Kabanjahe Jl. Kpt. Bangsi Sembiring yang berdekatan dengan pasar tradisional.

Di Pusat Pasar Kabanjahe, Bupati Karo mengatakan kepada sejumlah wartawan, kegiatan yang dilakukannya bersama sejumlah jajaran Pemkab Karo adalah karena Dinas Kebersihan tidak dapat mengangkat tumpukan sampah di inti-inti Kota Kabanjahe maupun Berastagi.

“Kita mengambil inisiatif agar masyarakat jangan menyalahkan legislatif maupun exsekutif,” kata Kena Ukur. //

Ditambahkannya lagi, kiranya DPRD Kabupaten Karo dapat bekerjasama dengan Pemkab Karo agar sama-sama mmbangun Kabuapten serta mensejahterakan masyarakatnya.

Dalam wwancara tersebut, Bupati Karo mengatakan bahwa Efendi Sinukaban seperti tidak mengerti apa-apa.

“Kita bicara masalah APBD, dia bilang bupati sudah tidak diakui, Berarti Efendi Sinukaban tidak layak lagi menjadi Ketua DPRD. Dia bekerja untuk kelompok. Bukan untuk rakyat. Contohnya, inilah,” papar Kena Ukur.

Dikatakannya lagi, pembersihan sampah bukan hanya di Pusat Pasar Kabanjahe tetapi di seluruh Kabupaten Karo akan diangkut dan dibuang ke TPA. Begitu juga dengan sampah yang di depan Kantor DPRD Kabupaten Karo, disebutnya yang salah bukan Kantor DPRD tetapi Efendi Sinukaban tidak berkemampuan sebagai Ketua DPRD.

“Kalau dia memakzulkan bupati, sampai sekarang dia lari-lari ke Jakarta sana. Pekerjaan untuk Kabupaten Karo dia tinggalkan. Dia tak layak menjadi Ketua DPRD,” ucapnya lagi.

Melalui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, bupati menganjurkan agar mengangkut seluruh sampah yang ada di seputaran Kabupaten Karo.

“Mengenai gaji honorer yang belum terbayar, akan dilunasi,” terangnya. //