BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Seiring maraknya kampanye agar kata "Mejuah-juah" disahkan mejadi salam khas Kota Medan di media sosial oleh warga Suku Karo akhir-akhir ini, tampaknya telah mulai didengar oleh pihak pemerintah. Hal ini terlihat saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengucapkan "Mejuah-juah" pada peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-67 yang diadakan di Lapangan Benteng Medan . Pada sambutannya, Presiden SBY mengawalinya dengan salam khas Suku Batak "Horas" yang selama ini dianggap adalah sebagai salam khas Medan dan dilanjutkan dengan salam "Mejuah-juah" sebagai salam khas Suku Karo. "Horas Mejuah-juah," ujar Presiden mengawali kata sambutannya.
Pada saat yang sama, Presiden SBY juga diberikan penghargaan tertinggi di bidang koperasi sebagai Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Nurdin Halid sebagai Ketua Koperasi Indonesia pada kata sambutannya.
"Berdasarkan fakta perkembangan dan kemajuan gerakan koperasi dalam 10 tahun terakhir, maka atas dasar aspirasi insan koperasi seluruh Indonesia, Rapat Pimpinan Nasional Dekopin yang diikuti oleh 34 Dekopin Wilayah, 489 Dekopin Daerah, dan 61 Induk Koperasi, telah memutuskan memberikan penghargaan tertinggi koperasi kepada bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi Indonesia," kata Nurdin Halid.
Seperti diketahui, kata Mejuah-juah dianggap tepat dijadikan sebagai salam khas Kota Medan oleh sebagian besar kalangan Suku Karo mengingat Kota Medan didirkan oleh seorang putra Karo bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi. //