Beranda / Sekilas Mengenai Hierarki Sekilas Mengenai Hierarki Ekonomi Kesehatan · 12 Juni 2014 Oleh: Ricky mainaki Karo Purba Ricky Mainaki Purba (Pekanbaru)[/caption] Teori haerarki kebutuhan adalah teori motivasi paling populer saat ini dibanding dengan teori-teoti motivasi lainnya. Teori ini menjelaskan setiap manusia mempunyai kebutuhan yang munculnya sangat bergantung pada kepentingan secara individu. Teori motivasi hierarki kebutuhan pertama kali dikemukakan oleh Abraham Maslow. Dia membagi kebutuhan manusia ke lima tingkatan, yaitu : Kebutuhan Fisikologis Kebutuhan fisikologis adalah kebutuhan paling dasar dalam kebutuhan manusia. Kebutuhan fiskologi sering juga disebut kebutuhan tingkat pertama (frist need). Contonya:Makan,minum,tempat tinggal,seks, dan istirahat. Kebutuhan Rasa Aman Sertelah kebutuhan tingkat pertama terpenuhi, muncul kebutuhan tingkat ke dua sebagai penggantinya, yaitu kebutuhan rasa aman. Ini merupakan kebutuhan akan keselamatan dan perlindungan atas kerugian fisik, contonya: Adanya asuransi dalam perusahaan, tunjangan kesehatan ,dan tunjangan pensiun. Kebutuhan Sosial Setiap manusia ingin hidup berkelompok (mencakup kasih sayang dan rasa memiliki diterima dengan baik dalam kelompok tertentu) dan persahabatan.Pada tingkat ini, manusia sudah ingin bergabung dengan kelompok lain di tengah-tengah masyarakat. Kebutuha Harga Diri Kebutuhan harga diri merupakan faktor penghormatan dari dalam (seperti otonomi dan prestasi) dan faktor penghormatan dari luar (misalnya status, pengakuan, dan perhatian). Pada tingkat ini, manusia sudah menjaga image karena merasa harga dirinya sudah meningkat dari yang sebelumnya, baik dari cara bicara, tidak sembarang tempat berbelanja, mobil mewah, rumah mewah, dan sebagainya, Kebutuhan Aktualisasi Diri Akhirnya sampailah pada kebutuhan yang tertinggi yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan ini muncul setelah keempat kebutuhan sebelunya terpenuhi. Kebutuhan ini merupakan dorongan agar menjadi seseorang yang sesuai dengan ambisinya. Kebutuhan ini mencakup peertumbuhan, pencapaian potensi dan pemenuhan kebutuahan diri. Demikianlah, setiap kebutuhan yang telah dapat memberikan kepuasan, maka kebutuhan berikutnya menjadi dominan. Titik pandang motivasi teori ini mengatakan bahwa meskipun tidak ada yang pernah terpenuhi secara lengkap, suatu kebutuhan yang dapat memberikan kepuasan yang cukup banyak tidak akan termotivasi lagi, // // Iklan