Sesat Logika — Sorasirulo
Sorasirulo

Sesat Logika

Budaya ·
Oleh: Boby Rahman Ginting

Kata manuk merujuk kepada burung/ayam hampir dikenal di seluruh Indonesia kecuali rumpun bahasa Polinesia (Papua). Tentu tidak ada yang akan mengatakan berarti cuma ada satu suku di Indonesia.

Beberapa kata atau adat istiadat yang sama tidak menandakan bahwa semua pasti sama. Kita merayakan persamaan dalam beberapa hal, namun kita banyak merayakan perbedaan juga.

Pengusung anti KBB mengatakan sesat logika pertama: Kalau beberapa sama, maka yang Karo adalah Batak. Karena kita punya banyak hal kesamaan dengan Batak, layak Karo menjadi bagian Batak, kata mereka.

Kalau mencari tahu tanpa prasangka, maka harus bertanya. Bisa ditanya kenapa bisa sama? Faktor wilayah yang dekat bisa jadi alasan mereka bergaul dan saling menukar perbendaharaan kata. Kedekatan membuat banyak perbendaharaan kata menjadi mirip. Tapi tetap saja tak sama. Antara Batak dan Karo tetap tak mampu saling berkomunikasi dengan bahasa masing-masing ketika bertemu.

Semakin menarik ketika bahasa Karo terlihat mirip sekali dengan bahasa suku Gayo. Lalu, mengapa Suku Gayo tidak dianggap Batak? Apakah karena daerah mereka terletak di Aceh dan sudah pasti beragama Islam? Kalau sudah begitu, Batak dan non-Batak mau dimainkan berdasarkan agama? Meski lebih dekat secara bahasa, ternyata tidak ada klaim Karo Gayo atau Gayo Karo. Keduanya sejajar.

Logika sesat lainnya: Jika Karo bukan Batak, maka dianggap membuat perpecahan. Ini salah karena Karo dan Batak sejak dahulu tidak pernah bersatu secara budaya. Sesuatu yang tidak pernah bersatu, bagaimana bisa terjadi perpecahan/perceraian?

Tidak pernah ada persatuan suku sepanjang Bukit Barisan apalagi mengangkat bendera Batak, mengaku berbahasa Batak satu, mengaku tanah air Batak. Bahasa paling gaul di Asia Tenggara ini adalah adalah bahasa Melayu. Tapi, toh tidak serta merta semua orang jadi Suku Melayu. Ada pula yang mengatakan, begitu banyak berserak tulisan orang Eropa menulis Batak Karo, jadi pastilah benar Batak Karo. Jadi, karena telah dikatakan oleh orang Eropa sudah pasti benar?