Tanda-tanda Karo Bersatu Dalam Pemilu — Sorasirulo
Sorasirulo

Tanda-tanda Karo Bersatu Dalam Pemilu

Budaya ·
Tanda-tanda Karo Bersatu Dalam Pemilu

S TEVEN AMOR TARIGAN. MEDAN. Karo tidak terlepas dari politik. Masyarakat Karo tersebar tidak hanya di Kabupaten Karo tapi juga di Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi dan Kotamadya Medan. Masih terkotak-kotak dan tidak terkonsolidasi serta terpencar bagaikan Cingkeru nirambasken, marpar merap. Akibatnya, dalam 5 tahun ini, tidak ada artikulator orang Karo di parlemen pusat untuk menyuarakan kepentingan pembangunan di kantong-kantong pemukiman orang-orang Karo. Seperti kata pepatah : “Tidak ada kata terlambat buat kebaikan bersama”.

Dalam menyikapi hal tersebut, maka diadakan sebuah pertemuan atas prakarsa beberapa tokoh Karo yang sadar terhadap masa depan Orang Karo di dunia politik, diantaranya adalah drs. Bengkel Ginting MSi, drs. Yusuf Pehulisa Sitepu MM, Ir. Perdana Ginting MSi, drs. Masti Pencawan, drs. Ngasup Karo-karo Sitepu, drs. Tarjan Ginting. Pertemuan dilaksanakan pada hari Rabu 8 Januari 2014 di Restoran Kenanga Medan (Pukul 15.00 wib).

Dalam pandangannya, drs. Bengkel Ginting MSi menyatakan, dalam menyongsong perhelatan akbar tahun 2014 dan berangkat dari kekuatan nilai kultural orang Karo, runggu ini mengajak orang-orang Karo untuk menjadi konstituen yang cerdas. Melihat peluang yang cukup besar dan bisa dicapai kali ini karena dengan 12 peserta partai politik memberikan peluang bagi orang Karo untuk mendukung Calon Legeslatif dan DPD dari Orang Karo.

“Sebenarnya saya enggan bersikap primodial namun, kali ini, harus dilakukan untuk menggiring Orang Karo ke Pusat dengan menyeimbangkan antara action dan pemikiran,” kata Bengkel.

Pertemuan ini mengangkat tema atau bertujuan untuk menyatukan sikap dan pandangan tokoh-tokoh masyarakat Karo, mencari masukan bagaimana strategi yang efektif dalam mengkonsolidasi suara Orang Karo sehingga pada Pemilu 2014 nanti dapat mendudukkan orang-orang Karo ke DPR-RI atau DPD, membangun komunikasi politik antara elemen masyarakat Karo.

Dalam paparan singkat yang disampaikan oleh drs. Ngasup Karo-karo Sitepu, Caleg No, 1 Dapil SUMUT I (Partai Kebangkitan Bangsa) dia mengatakan sebenarnya enggan untuk maju sebagai Caleg karena sudah tua. Namun, Muhaimin mengatakan bukan umur yang menentukan namun kesehatan.

Saat ini, Ngasup Karo-karo diangkat menjadi anggota Dewan Syuro PKB. Oleh karena itu, beliau meminta kesediaan warga Karo memberikan suaranya dalam menghantarkan dirinya ke Senayan. Dia juga menyampaikan, jika terpilih kelak, dia akan terus berkonsentrasi kepada kebutuhan orang Karo, mau bertukar pikiran dan diajari atau menerima masukan dari warga Karo.

Dr. Badikenita Putri Sitepu SE MSi yang calon DPD-RI Dapil Sumatera Utara menyatakan kebanggaannya dalam pertemuan kali ini karena tokoh-tokoh Karo yang mempunyai pemikiran maju dapat berkumpul dalam pertemuan ini.

Sebelumnya Badikenita berkarir di DPP GAMKI, KNPI, dan Lemhanas. Faktor pendukung majunya dia dari DPD agar dapat memajukan orang Karo melalui pusat sebagai rantai atau penghubung kepentingan warga Karo, paparnya.

Ir. Nagasakti Perangin-angin MSi yang calon DPD-RI Dapil Sumatera Utara dengan misi kesejahteraan, keadilan dan ketentraman dapat lebih cepat terwujud jika bekerja dan bertumbuh bersama masyrakat, khususnya Karo. Dia juga memaparkan bahwasanya nihilnya proyek yang digarap oleh orang Karo dari pusat. Ini dikarenakan pintu masuk ke pusat tidak ada akibat tidak adanya penghubung.

Saat ini Nagasakti bekerja di Technical Advisor UN-ILO di Jakarta dan Penanggungjawab Teknik Pembangunan Jembatan sebagai pilot project seluruh Pulau Jawa di Kementrans, Jakarta.

Adapun Kolonel Abednego Sembiring mengatakn, yang menjadi permasalahan dihadapi orang Karo saat ini adalah masalah mental dan moral.

“Dalam mencapai tujuan, dibutuhkan pemetaan agar dapat mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan,” katanya.

Abednego yang sempat menjadi salah seorang Calon Bupati Karo di Pilkada yang lalu menyinggung permasalahan yang dialami oleh Pemuda Merga Silima.

“Sitepu bercerita kepada saya tentang tragedi tersebut dan saya katakan, mari semua anggota maju semua. Kalau berani dan bukan cuma bicara saja dan siapa yang lari nanti saat berperang kita yang matikan,” katanya.

Pertemuan ini dihadiri kurang-lebih 50 orang diantaranya: Prof. Dr. Meneth Ginting MADE, drs. Rusdi Sinuraya (Caleg DPR-RI Dapil SUMUT I dari Partai Bulan Bintang No. 8), Timbangen Ginting BBA, Dr. Budi D. Sinulingga, drs. Alex Perkasa Sitepu, Prof. Dr. Kelin Tarigan, Kol. Abednego Sembiring, Josem Ginting, Ketua Klasis GBKP Delitua, Pancur Batu, Kampung Lalang, Pdt. Minda Perangin-angin, dll.