Massa Minta Agar lokasi Pengajian Disegel IMANUEL SITEPU. MEDAN. Ratusan massa gabungan dari Laskar Umat Islam (LUI) dan Front Umat Islam (FUI) Sumut menggelar orasi di depan pintu gerbang Majelis Pengajian Ihya Ulumiddin Jl. Karya Bakti No 18 Medan Johor setelah menunaikan sholad Jumat. Dalam orasinya, massa menuntut Pemko Medan dan Kepolisian agar menutup Pengajian Ihya Ulumiddin dan menangkap pimpinan pengajian guru besar tarekat samanah Dr Syech Ahmad Arifin Al-Haj. Menurut orator, pimpinan pengajian ini telah terbukti menjalankan aliran sesat. Oleh karena itu, massa menuntut agar lokasi pengajian dikosongkan dan disegel.
Adapun bukti aliran sesat yang diajarkan oleh Syech muda tersebut menurut pendemo dalam orasinya mengatakan, ajaran Dr Syech Ahmad Arifin Al-Haj mengakui Nabi Adam diciptakan oleh Jibril. Padahal, Nabi Adam adalah ciptaan Allah. Di samping itu, pengajian tersebut juga telah menjalankan pernyataan sesat dengan mengatakan, dalam pernikahan umat Islam, tidak perlu dihadiri oleh wali atau saksi.
"Ini jelas-jelas pembodohan dan melanggar aturan Agama. Ajaran Syech Muda adalah pembodohan supaya ia bisa berjinah," kata salah satu ustad dalam orasinya.
Sutini (40) salah satu mantan jemaah Pengajian Ihya Ulumiddin Medan Johor, yang pernah menjadi korban Dr Syech Ahmad Arifin Al-Haj, turut berorasi melalui pengeras suara. Dalam pernyataanya, Sutini sempat menjadi korban pimpinan pengajian tersebut.
"Saya beberapa kali digauli oleh Ustad Setan itu. Saya bahkan pernah sakit dan disuruh oleh ustad Dr Syech Ahmad Arifin Al-Haj untuk meminum air maninya agar sembuh. Begitu saya sadar kalau aliran yang diajarkan adalah sesat. Saya dan keluarga terus mendapat teror. Bahkan kami sekeluarga sempat mau ditabrak oleh suruhan Usatad Setan itu dengan mobil," kata Sutini.
Sutini juga mengaku bukan dia saja yang telah menjadi korban nafsu sex Dr Syech Ahmad Arifin Al-Haj.
"Semua istri jemaah dan anak gadis mereka di pengajian rata-rata sudah ditidurinya. Seperti dialami Atik (19). Ia sudah memiliki anak dan saat ini menjadi istri sirinya," beber Sutini.
Menurut salah satu warga sekitar, ratusan jemaah pengajian tidak satupun merupakan warga sekitar.
"Yang saya tau, tak ada warga sekitar yang dibenarkan masuk pengajian. Mereka pada umumnya dari luar. Rta-rata anggotanya orang kaya dan preman," kata warga yang namanya tidak mau ditulis.
Pantauan Sora Sirulo di lapangan, pergerakan masa dimulai setelah usai sholad Jumat. Sejenak, massa membubarkan diri ketika waktu sholat Ashar tiba, untuk melaksanakan sholad Ashar. Setelah itu, massa kembali melakukan orasi.
Sementara itu, ratusan massa dari kelompok pengajian Ihya Ulumiddin Medan Johor tetap bertahan di gedung dan bangunan Masjid di dalam komplek pengajian.
Di lokasi juga tampak personil Polsek Delitua, Polisi anti huru-hara, Brimob, dan Shabara berjumlah ratusan personil yang diturunkan untuk berjaga-jaga di sekitar lokasi.
Kapolsek Delitua Kompol Wahyudi Sik ketika dikonfirmasi mengatakan, ratusan personil sengaja disiagakan untuk melakukan pengamanan.
"Kita di sini melakukan pengamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kapolsek.
//