Ahoy--mejuah-juah Sapaan Kota — Sorasirulo
Sorasirulo

Ahoy--mejuah-juah Sapaan Kota

Berita terkini Budaya ·
Ahoy--mejuah-juah Sapaan Kota
Oleh: Bastanta P. Sembiring (Medan)

Tarian MUMBANG MEDAN karya Juara R. Ginting dibawakan oleh staf redaksi Sora Sirulo pada sebuah acara memperingati HUT Kota Medan di seputaran monumen pndiri Kota Medan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi.[/caption]

Rencana Walikota Medan, Zulmi Eldin, mencanangkan “AHOY MEJUAH-JUAH” sebagai salam khas Kota Medan ditanggapi positif sebagian besar masyarakat Karo – Melayu.

Di media sosial facebook, sudah sejak seminggu, banyak diunggah meme dan status membahas tentang hal ini. Komentar positif pun berhamburan dan memberi dukungan, khususnya datang dari masyarakat Suku Karo dan Suku Melayu.

Ahoy Mejuah-juah diambil dari salam khas dua suku asli yang mendiami Sumatera Timur sekitarnya. "Ahoy" dari Melayu dan "Mejuah-juah" merupakan salam khas Suku Karo. Sangatlah pantas bila "Ahoy Mejuah-juah"[/one_fourth]

Sejarah mencatat, Kota Medan didirikan olah Guru Pa Timpus, seorang putra Karo dari Ajijahe di Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung), dari merga Sembiring Pelawi yang turun ke Dataran Rendah Karo (Karo Jahe). Sangatlah pantas bila "Ahoy Mejuah-juah" dijadikan sebagai sapaan has Kota Medan mengingat pendiri dan yang mendiami Medan adalah warga Suku Karo dan Suku Melayu.

Selama ini kita ketahui, setiap orang dari luar Medan selalu mengucapkan “horas” kepada orang yang berasal dari Medan, ataupun saat berkunjung ke Kota Medan. Padahal ini merupakan sebuah kekeliruan. Pasalnya, “horas” adalah sapaan khas Suku Batak yang sering juga dikenal dengan Tapanuli. Tentunya ini sangat merugikan bagi Suku Karo dan Suku Melayu sebagai pendiri dan bumi putera Kota Medan.

Untuk itu, kita patut memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada program yang dicanangkan oleh Walikota Medan ini: memperkenalkan “Ahoy Mejuah-juah” sebagai sapaan khas Kota Medan.

Ahoy Mejuah-juah Kota Medan!

// //